Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pascacerai dengan Vicky Kharisma, Acha Septriasa masih memilih tinggal di Australia.
Hal itu karena putrinya masih tinggal dan bersekolah di Sydney, Australia yang membuat Acha masih harus menetap di sana.
Acha menjelaskan bahwa meski sudah tidak lagi tinggal serumah dengan mantan suaminya, pola pengasuhan Bridgia disepakati bersama dengan pembagian waktu yang jelas.
'Karena kebetulan kita masih berdomisili di Australia kan dan Bridgia kan memang kan tinggalnya di sana," beber Acha Septriasa di kawasan Tendean Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Jadinya ya sekarang mama papanya ya walaupun terpisah rumah tapi dia sekolahnya tetap sama gitu," sambungnya.
Baca juga: Sepakat Co-Parenting, Acha Septriasa Asuh Anak secara Bergantian dengan Mantan Suami
Setelah berpisah, Acha dan Vicky membagi waktu pengasuhan secara bergantian agar Bridgia tetap mendapatkan peran kedua orang tuanya.
“Papanya pegang dua bulan, aku pegang dua bulan," katanya.
"Ya selama dia lagi enggak sama papanya dia kangen sama papanya, selama dia lagi di sana juga aku lagi syuting dia kangen sama aku," ungkap Acha.
Sebagai ibu, Acha merasa berterima kasih atas pengertian putrinya itu, sehingga dirinya tetap bisa bekerja dan mandiri secara finansial.
Meski harus bolak balik Indonesia dan Australia, Acha bersyukur karena bisa bekerja dan memberikan yang terbaik untuk putrinya itu.
"Ya pokoknya dia berusaha menerima tapi aku makasih banget ya buat Brie karena dengan begini aku juga jadi bisa bekerja, mencukupi, dan mem-provide anakku sendiri," jelasnya.
Acha juga menceritakan ritme kerjanya kini lebih banyak dilakukan dengan sistem pulang-pergi lintas negara.
"Bagi waktunya pokoknya aku pulang satu kali dalam dua bulan, bayangin aja aku satu kali dalam dua bulan tuh aku ngantor di Jakarta gitu," bebernya sambil tertawa.
"Jadi dalam setahun kalau aku hanya pulang empat kali ya sisanya kan sebenarnya aku lebih banyak di Australia gitu untuk mengurus anak," sambung Acha.
Acha mengakui tantangan terbesar yang kini ia hadapi adalah faktor ekonomi dan mobilitas lintas negara.
Namun, ia berharap situasi perekonomian Indonesia ke depan bisa membaik, termasuk untuk industri film.
"Jadi aku pikir ya di mana pun aku berada ya aku berharap semoga paling enggak ekonomi membaik dan ya film-film juga bisa jalan lagi lah," ungkap Acha.