TRIBUNNEWSMAKER.COM - Insiden keributan yang melibatkan sopir Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kebumen menghebohkan warga setelah pria tersebut mengamuk dan melakukan kekerasan fisik.
Pelaku dilaporkan memukul hingga menggigit warga saat kejadian berlangsung, memicu kepanikan di lokasi.
Identitas sopir SPPG itu pun terungkap, dengan dugaan sementara ia berada di bawah pengaruh obat-obatan saat insiden terjadi.
Baca juga: Reaksi Tak Terduga Nia Ramadhani Usai Diisukan Cerai dari Ardi Bakrie, Membantah: Bener Bener Halu
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didirikan di sejumlah wilayah di Indonesia untuk mengolah dan mendistribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
MBG bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah untuk menekan stunting sekaligus mendukung konsentrasi belajar mereka.
Badan Gizi Nasional (BGN) mengawasi pengelolaan SPPG dengan memastikan standar gizi, keamanan, serta kualitas distribusi makanan tetap terjaga.
Beredar viral di media sosial, sebuah mobil SPPG menabrak pagar SD Negeri Clapar, Kebumen, Jawa Tengah.
Diduga sopir mengemudikan mobil secara ugal-ugalan sehingga pagar depan mengalami kerusakan.
Saat diamankan, sopir justru mengamuk hingga memukul dan menggigit warga.
Sopir kemudian dapat diamankan ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Sopir bernama Ajiz Setyo Wihantoro (39) merupakan warga Desa Karangsambung, Kecamatan Karanggayam, Kebumen.
Ia bertugas mengantarkan MBG ke sejumlah sekolah di Kecamatan Karanggayam.
Pelaksana harian Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun, menyatakan sekolah mengalami kerugian setelah pagar depan rusak.
"Masyarakat hendak membantu namun demikian dari sopir mengamuk warga yang akan membantu mobil tersebut," ungkapnya, dikutip dari TribunJateng.com.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sopir diduga mengkonsumsi obat-obatan.
"Disinyalir minum obat-obatan jenis mextril."
"Pertama itu oleng menabrak gerbang SD Clapar dan menabrak tanggul," lanjutnya.
Proses mediasi dilakukan antara keluarga sopir, pihak sekolah dengan warga.
Mereka bersepakat menyelesaikan kasus ini secara damai.
Setelah kondisi sopir kondusif, penyidik mengembalikannya ke keluarga.
Salah satu warga bernama Riyanto, mengalami luka di tangan dan kepala akibat amukan sopir SPPG.
Ia mengatakan mobil berjalan tak stabil dari timur menuju barat.
"Sore kok kecepatan tinggi, jalane di tengah gitu lho. Menghawatirkan," tuturnya.
Warga berinisiatif menolong sopir SPPG saat tabrakan, namun berujung dipukul.
"Mas Toyo (warga) itu yang nemuin pertama. Diklarifikasi bukannya itikad baik malah dia keluar mukulin Toyo," sambungnya.
Tak hanya menggunakan kedua tangan, sopir SPPG juga mengambil balok kayu untuk memukuli warga.
Lantaran kalah jumlah, sopir SPPG dapat diamankan di Mapolsek Karanggayam.
(TribunNewsmaker.com/Tribunnews.com)