Mirisnya Melihat Kondisi Terkini Taman Kartini, Dulu Wisata Andalan Rembang
GH News February 08, 2026 03:08 PM
Rembang -

Kondisi terkini Taman Kartini sangat memprihatinkan. Padahal dulu tempat wisata ini merupakan andalan dari Kabupaten Rembang.

Pantauan di lokasi, kawasan wisata yang berada di pusat kota itu tampak sepi pengunjung dan terkesan menyeramkan akibat banyaknya bangunan mangkrak, serta minim perawatan.

Sejumlah bangunan di dalam area taman terlihat rusak dan terbengkalai. Salah satunya gedung bersejarah bekas gereja peninggalan era Belanda yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Selain itu, sebuah jangkar raksasa peninggalan kapal Dampu Awang juga tampak teronggok tanpa perawatan. Bangunan lain yang juga rusak adalah bekas bioskop tiga dimensi serta musala di sisi barat kawasan taman.

Banyaknya tumbuhan liar yang tumbuh tak terurus membuat kawasan tersebut terkesan kumuh dan memicu munculnya nyamuk. Tak hanya bangunan, sejumlah wahana permainan juga dibiarkan rusak dan tidak berfungsi. Dermaga di kawasan taman juga sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan wisatawan.

Salah satu warga Rembang, Didik Kundiantoro, menyayangkan kondisi Taman Kartini yang dibiarkan mangkrak selama beberapa tahun terakhir. Ia menilai, taman tersebut merupakan destinasi wisata fenomenal sekaligus kebanggaan masyarakat Rembang.

"Sayang sekali Taman Kartini dibiarkan seperti ini bertahun-tahun. Padahal dulu ini wisata andalan dan kebanggaan warga Rembang," kata Didik kepada detikJateng, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, selain sebagai tempat wisata, Taman Kartini juga memiliki nilai sejarah yang cukup penting. Ia menyoroti keberadaan jangkar Dampu Awang serta bangunan bekas gereja peninggalan Belanda yang seharusnya dijaga dan dirawat.

"Di sini ada peninggalan sejarah yang penting, seperti jangkar Dampu Awang dan bangunan bekas gereja era Belanda. Kalau tidak dirawat, nilai sejarahnya bisa hilang," ujarnya.

Kondisi terkini Taman Kartini Rembang, Minggu (30/1/2026).Kondisi terkini Taman Kartini Rembang Foto: Mukhammad Fadlil

Sementara itu, Kepala Dinbudpar Rembang, Prapto Raharjo, menjelaskan wacana pemanfaatan aset tersebut sebenarnya sudah ada sejak kepala dinas sebelumnya. Pihaknya mengundang rapat yang dipimpin Asisten II dan dihadiri dinas terkait, bagian hukum, serta pihak ketiga yang mengajukan permohonan.

"Dalam rapat itu, pihak ketiga memaparkan rencana mereka. Namun memang ada perbedaan persepsi, apakah aset tersebut akan disewa atau dikerjasamakan. Dari pemaparan yang ada, kecenderungannya lebih ke arah kerja sama pengelolaan," ujar Prapto saat dimintai konfirmasi, hari ini.

Meski demikian, Prapto menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final. Menurutnya, masih banyak hal yang perlu didalami, terutama terkait skema kerja sama atau sewa yang diajukan pihak ketiga.

"Saat ini baru sebatas permohonan, belum bisa dikatakan sudah ada penyewa. Dari kami juga belum memutuskan apa pun," tegasnya.

Kondisi terkini Taman Kartini Rembang, Minggu (30/1/2026).Kondisi terkini Taman Kartini Rembang Foto: Mukhammad Fadlil

Terkait pendapatan, Prapto menyampaikan sumbernya berasal dari kolam renang dan tiket masuk. Namun secara detail ia belum menguasai sepenuhnya karena baru menjabat sekitar lima bulan. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya 2025 sempat ada pemasukan PAD sekitar Rp 300 juta.

"PAD kemarin sekitar (Rp) 300 juta. Itu dari kolam renang sama penyewaan ruko sepertinya. Secara detai nanyi sama Kabidnya. Saya baru menjabat. Karena belum ada pihak ketiga maka pengelolaannya masih oleh Pemkab," ucapnya.

Bupati Rembang Buka Suara

Bupati Rembang, Harno, pun buka suara terkait kondisi Taman Kartini. Ia mengungkapkan, sebelumnya sempat ada pihak ketiga yang berminat mengelola kawasan wisata tersebut.

"Sempat ada pihak ketiga yang bersedia mengelola. Tapi mereka hanya sanggup menyetor untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 400 juta," kata Harno.

Menurut Harno, nilai tersebut dinilai belum sesuai dengan potensi yang dimiliki Taman Kartini. Ia pun meminta kontribusi PAD sebesar Rp 1 miliar.

"Saya minta Rp 1 miliar. Karena tidak bersedia, akhirnya kerja sama itu tidak jadi," ujarnya.

Seperti diketahui, Taman Kartini merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Namun kondisi terbengkalai tersebut telah berlangsung lebih dari lima tahun tanpa penanganan berarti.

Saat ini, satu-satunya wahana yang masih beroperasi adalah kolam renang dengan tarif masuk Rp 10 ribu. Sementara untuk masuk ke kawasan Taman Kartini secara umum tidak dipungut biaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.