Nasib Sopir MBG yang Tabrak Gerbang Sekolah dan Serang Warga di Kebumen
taryono February 08, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jateng - Nasib sopir mobil Makan Bergizi Gratis (MBG), Ajiz Setyo Wihantoro (39), yang sempat mengamuk dan menyerang warga setelah kendaraan yang dikendarainya menabrak gerbang SDN Clapar, Karanggayam, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026) sore, akhirnya menemukan titik terang.

Setelah sempat diamankan di Mapolsek Karanggayam, Ajiz kini telah dipulangkan ke keluarganya.

Terkait kasus kecelakaan dan penganiayaan, Ajiz bersama pihak sekolah dan warga setempat sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Melansir Tribun Banyumas, kasus penganiayaan dan perusakan yang bermula dari kecelakaan tunggal ini resmi diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebelumnya, Ajiz sempat mengamuk dan menyerang warga yang berniat menolongnya usai mobil yang ia kendarai menabrak gerbang SDN Clapar pada Jumat (6/2/2026) sore.

Baca juga: Ayah di NTB Bunuh Anaknya Berusia 5 Tahun, Jenazah Disimpan dalam Lemari Pakaian

Sepakat Jalan Damai

Plh Kapolsek Karanggayam, Ipda Samun membenarkan adanya kesepakatan damai tersebut.

Mediasi dilakukan melibatkan pihak keluarga sopir, pengelola Satuan Pelayanan Gizi (SPPG), dan warga yang menjadi korban.

"Masyarakat hendak membantu namun demikian dari sopir mengamuk warga yang akan membantu mobil tersebut," katanya kepada Tribunbanyumas.com usai mediasi di wilayah Kecamatan Karanggayam, Sabtu (7/2/2026).

Sopir tersebut sempat diamankan di Mapolsek Karanggayam sesaat setelah kejadian untuk menghindari amukan massa yang lebih besar.

Kini, Ajiz telah dikembalikan kepada pihak keluarganya.

"Kedua belah pihak sepakat diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Ganti Rugi Kerusakan

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak pengelola SPPG berkomitmen menanggung seluruh kerugian materiil maupun non-materiil yang timbul akibat ulah sopir mereka.

Tanggung jawab tersebut meliputi penggantian kerusakan gerbang dan tanggul sekolah yang ambruk ditabrak mobil, serta menanggung seluruh biaya pengobatan warga yang mengalami luka-luka akibat pukulan dan gigitan sopir.

Efek Obat Batuk

Terkait penyebab perilaku agresif sopir yang tidak wajar, polisi mengungkap fakta baru.

Saat ditanya apakah sopir tersebut mengonsumsi narkoba atau zat terlarang lainnya, Ipda Samun menjelaskan bahwa sopir diduga kuat di bawah pengaruh obat medis yang dikonsumsi berlebih.

"Disinyalir minum obat-obatan jenis mextril," pungkas Ipda Samun.

Kondisi ini diduga memicu halusinasi atau ketidakstabilan emosi sopir saat kejadian berlangsung, sehingga merespons pertolongan warga dengan amukan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.