SRIPOKU.COM - Kondisi infrastruktur Jalan Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka) yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung kini tengah menjadi sorotan tajam.
Alih-alih memberikan kenyamanan, ruas jalan bebas hambatan ini justru tampak memprihatinkan dan dinilai tidak laik jalan.
Pantauan dari unggahan video akun Instagram @seputarkotapalembang, terlihat jelas kerusakan parah di sejumlah titik.
Baca juga: Penyebab Sopir Mobil MBG Tabrak Gerbang SD, Ngamuk saat Akan Ditolong Warga, Mabuk Obat Batuk
Jalanan yang seharusnya mulus kini dipenuhi lubang dan gelombang yang membahayakan keselamatan pengendara.
Sudah Berbulan-bulan Tanpa Solusi Permanen
Ironisnya, kerusakan ini dikabarkan sudah terjadi sejak berbulan-bulan lalu.
Namun, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya serius dari pihak pengelola maupun pemerintah untuk melakukan penyelesaian permanen.
Kondisi di lapangan semakin diperparah dengan banyaknya pembatas jalan (barrier) di titik-titik kerusakan.
Alih-alih diperbaiki, keberadaan pembatas ini justru membuat jalur lalu lintas menyempit dan menciptakan titik kemacetan serta potensi kecelakaan baru.
Kerusakan diduga kuat akibat tingginya volume kendaraan bertonase besar (truk) yang melintas setiap harinya, namun tidak dibarengi dengan kualitas perawatan jalan yang sepadan.
Kontras dengan Status Tol Termahal
Kondisi rusak parah ini terasa sangat miris jika menelisik status Tol Terpeka di peta infrastruktur nasional.
Tol sepanjang 189,4 km ini bukan hanya salah satu yang terpanjang, tetapi juga tercatat sebagai salah satu ruas tol termahal di Indonesia.
Sebagai gambaran, pada periode 2023-2025, tarif untuk kendaraan Golongan I untuk sekali perjalanan penuh bisa menembus angka di atas Rp170.000.
Angka ini tergolong sangat tinggi bagi masyarakat pengguna jalan.
Berikut adalah beberapa fakta mengenai Tol Terpeka:
Keluhan Pengguna Jalan
Banyak pengguna jalan mengeluhkan ketidakseimbangan antara tarif yang dibayarkan dengan fasilitas yang didapatkan.
"Bayar mahal-mahal tapi jalanan bergelombang dan lubang di mana-mana. Ini membahayakan nyawa, apalagi kalau lewat malam hari," keluh salah satu netizen di kolom komentar.
Masyarakat kini mendesak pihak pengelola tol dan Kementerian PUPR untuk tidak hanya sekadar melakukan tambal sulam, melainkan perbaikan menyeluruh agar standar pelayanan minimal jalan tol kembali terpenuhi.***