Surabaya Bangun Jalan Baru di Barat Hingga Gresik, Dukung Akses Transportasi Massal
SURYA.co.id, SURABAYA – Pemkot Surabaya terus memperkuat konektivitas wilayah perbatasan dan akses keluar-masuk kota.
Merancang sejumlah proyek infrastruktur jalan pada 2026, program ini bersinergi dengan program transportasi massal seperti pengembangan jaringan kereta dan sistem angkutan terpadu di dalam kota.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Dedy Purwito, menjelaskan ada beberapa ruas jalan yang akan dibangun dan ditingkatkan.
Rencana utama adalah penyambungan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) sisi barat yang dikembangkan melalui skema multi years.
Sehingga, akses dari kawasan barat Surabaya menuju jaringan jalan nasional dan provinsi dapat terhubung.
Baca juga: Soal Titik Reklame Pemkot Surabaya Diminta Sampaikan Terbuka Syarat Pengajuan
"Untuk JLLB sisi barat, ini proyek multi years yang akan menyambungkan ruas utama sehingga jaringan jalan luar kota semakin kuat dan koneksinya lebih lancar,” ujar Dedy ketika dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya.
Program Pelebaran Jalan Wiyung
Selain itu, Pemkot melanjutkan program pelebaran Jalan Wiyung yang sebelumnya dimulai sejak 2024.
Ruas ini akan dilanjutkan dari yang sebelumnya berhenti di titik Masjid Wiyung, bersambung ke arah barat menuju perbatasan dengan Kabupaten Gresik.
Mencapai target panjang pelebaran sekitar 1 kilometer pada 2026 dan lanjutan ±2 kilometer pada 2027.
Dedy memastikan bahwa lahan untuk pelebaran Jalan Wiyung tahun ini sudah siap 100 persen, sehingga proses konstruksi dapat mulai berjalan.
Baca juga: UMKM akan Pasok 39 Ribu Pasang Slipper dan Bahan Pangan Setelah Pemkot Surabaya Gandeng 38 Hotel
Untuk anggaran, proyek Wiyung ini menggunakan skema multi years tahun 2024–2026 dengan total pagu anggaran mencapai Rp135 miliar.
"Infrastruktur ini akan memperlancar arus kendaraan dari barat Surabaya, khususnya kendaraan berat yang selama ini sering mengalami kemacetan di titik-titik sempit,” tambah Dedy.
Proyek lain yang turut dikebut adalah Radial Road, penghubung dari kawasan Citraland menuju Pakuwon. Proyek ini telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan selesai tersambung pada akhir 2025 dengan pagu anggaran sekitar Rp18 miliar.
Menurut Dedy, seluruh rencana pembangunan jalan ini menjadi prioritas Wali Kota Surabaya untuk memperkuat konektivitas antar wilayah, mengurangi tekanan lalu lintas di pusat kota, serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan barat Surabaya dan sekitarnya.