SURYA.co.id SURABAYA - Pengembang properti PT Intiland Development Tbk atau Intiland melalui anak usahanya, PT Intiland Alfa Rendita, mulai merambah bisnis pusat data (data center).
Lewat kolaborasi strategis dengan PT Parsaoran Global Datatrans (ION Network). Kedua perusahaan membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama PT Inti Arunika Persada yang mengusung merek Data Center (DC) Land atau layanan pusat data perdana yang diresmikan Jumat (6/2/2026) di Intiland Tower Surabaya.
Direktur PT Intiland Development Tbk., Simon J. Wirawan, menjelaskan peluncuran DC Land merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk meningkatkan nilai aset properti perusahaan.
"Kehadiran DC Land memperkuat posisi Intiland Tower sebagai IT Building di Surabaya. Kami mengoptimalkan nilai aset melalui fungsi baru yang relevan dengan ekonomi digital saat ini," kata Simon.
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director DC Land, Perry Yoranouw mengungkapkan pusat data ini memiliki kapasitas daya sebesar 3 Megawatt (MW).
Baca juga: Intiland Gandeng MRT untuk Pengembangan Kawasan Terpadu di Jalur MRT Wilayah Banten
"Meski masuk dalam kategori middle-scale, kapasitas ini dinilai sangat mumpuni untuk melayani kebutuhan korporasi di wilayah Indonesia Timur," tambah Perry.
Data center identik dengan power. Kapasitas 3MW ini adalah tahap awal yang sangat fleksibel untuk ekspansi kedepan.
"Kami merancang infrastruktur ini dengan standar Tier 3 dan Service Level Agreement (SLA) sebesar 99 persen," jelas Perry.
Dia juga mengungkapkan, perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IOT) turut memacu permintaan ruang penyimpanan data secara signifikan.
"DC Land menawarkan keunggulan latensi rendah karena lokasinya yang berada di pusat kota Surabaya. Fasilitas ini dilengkapi dengan Network Operation Center (NOC) yang beroperasi 24 jam, sistem keamanan berlapis, serta fire suppression system standar yang aman bagi perangkat elektronik," ungkap Perry.
Baca juga: Targetkan 10.000 Entrepreneur, Galaxy Property Teken Kerja Sama Dengan Ubaya
Senada dengan Perry, Vice President Government Relation Jawa Timur ION Network, Teguh Suprayitno, menambahkan pemilihan Surabaya didasari posisinya sebagai gerbang utama digitalisasi untuk wilayah Indonesia Timur.
ION Network membawa kekuatan infrastruktur kabel serat optik sepanjang 68.000 km dan lisensi Network Access Provider (NAP) Tier 1 yang terhubung langsung ke jaringan internasional.
"Kebutuhan pasar masih sangat tinggi. Dengan penduduk Indonesia sekitar 270-300 juta jiwa, kapasitas data center yang ada saat ini masih kurang. Itulah mengapa kami membangun node-node baru, termasuk proyek di Bali pada Maret mendatang," imbuh Teguh.
Saat ini dari kapasitas 3 MW, sekitar 50 persen dari total kapasitas telah terisi. Adapun pengguna utama berasal dari sektor perusahaan telekomunikasi (Telco), penyedia jasa internet (ISP), perusahaan e-commerce, hingga startup.
"Kolaborasi ini memadukan keahlian Intiland dalam penyediaan infrastruktur fisik gedung yang strategis dengan kompetensi teknis ION Network dalam pengelolaan jaringan digital. Proyek di Surabaya ini diproyeksikan menjadi pilot project sebelum DC Land berekspansi ke kota-kota besar lainnya di Indonesia," pungkas Teguh.