Lurah Bitahan, Kecamatan Lokpaikat, Akhmad Rijani, mengaku baru mengetahui adanya isu penampakan kuyang di wilayahnya setelah diperlihatkan sang istri.
“Itu pun saya tahu setelah istri saya yang juga Ketua PKK Kelurahan Bitahan menanyakan dan memperlihatkan video TikTok soal kuyang. Saya bilang, saya juga baru mengetahui,” ujarnya saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Minggu (8/2/2026).
Akhmad Rijani mengatakan, pihak kelurahan belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.
Baca juga: Heboh Diduga Kuyang Terekam CCTV di Tapin Kalsel, Warga dari Kandangan Beberkan Cara Menangkalnya
Baca juga: Viral Sempat Beredar Video Asusila Sesama Jenis di HSU, Keduanya Ternyata ODGJ
Pasalnya, Kelurahan Bitahan memiliki 14 lingkungan rumah tangga, sehingga cukup sulit menelusuri secara pasti lokasi alamat yang disebutkan dalam unggahan media sosial.
“Kami masih mengecek kebenaran informasi tersebut,” katanya.
Menurutnya, apabila penampakan kuyang tersebut benar adanya dan menimbulkan keresahan warga, pihak kelurahan akan segera melakukan koordinasi dengan aparat dan tokoh masyarakat setempat.
“Kalau pun benar, kami akan berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tokoh masyarakat,” jelasnya.
Namun hingga saat ini, pihaknya belum dapat mengambil sikap lebih jauh sebelum memperoleh kejelasan informasi dan berdialog langsung dengan warga Kelurahan Bitahan yang mengaku melihat penampakan tersebut.
“Kami belum bisa menyikapi sebelum informasinya jelas dan ada warga yang benar-benar melihat langsung,” tutupnya.
Sebelumnya Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar di media sosial, salah satunya melalui platform TikTok.
Kuyang sendiri merupakan sosok yang dikenal dalam cerita rakyat masyarakat Kalimantan. Makhluk ini juga disebut Palasik di sejumlah daerah.
Kuyang digambarkan sebagai hantu perempuan dengan kondisi kepala terpisah dari tubuh, dengan isi perut bergelantungan, yang dipercaya gentayangan terbang pada malam hari.
Dalam mitos yang berkembang, kuyang disebut-sebut mencari darah ibu hamil atau bayi sebagai mangsanya. Cerita ini kerap digunakan orang tua zaman dahulu untuk menakut-nakuti anak perempuan yang sedang hamil agar tidak keluar rumah pada malam hari.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)