Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 600 personel gabungan membersihkan bantaran Sungai Ciliwung pascabanjir di kawasan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu.

"Hari ini personel yang diturunkan kurang lebih 600 orang, termasuk TNI dan Polri. Kerja bakti ini sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi di musim hujan seperti sekarang," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dalam kerja bakti tersebut.

Anwar mengatakan, sampah plastik masih menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran pompa air di kawasan Rawajati.

Kondisi tersebut kerap menghambat proses penyedotan air saat debit Sungai Ciliwung meningkat dan terjadi banjir.

Karena itu, gerebek sampah dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir seiring curah hujan yang masih berpotensi mengguyur wilayah Jakarta. Beberapa kali pompa di sini terganggu karena sampah.

Karena itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Selain membersihkan sampah di bantaran sungai, petugas juga melakukan pengerukan sedimen lumpur di dasar Sungai Ciliwung.

Selain Sungai Ciliwung, sejumlah saluran penghubung dan saluran air di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) juga menjadi target normalisasi.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Polisi I Putu Yuni Setiawan menyatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan gerebek sampah tersebut sebagai bagian dari program nasional kebersihan lingkungan.

Polres Metro Jaksel bersama Kodim mendukung Program ASRI, yakni aman, sehat, resik dan indah. "Kegiatan gerebek sampah ini merupakan wujud dukungan kami terhadap program pemerintah, khususnya di Jakarta Selatan,” ujarnya.

Dandim 0504 Jaksel Kolonel Inf Amaraldo Cornelius menegaskan, sinergi antara TNI, Polri dan pemerintah daerah akan terus dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menekan risiko banjir.

"Melalui kegiatan bersih-bersih ini, kami berharap lingkungan lebih terjaga dan masyarakat juga semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan,” kata Amaraldo.

Pemerintah Kota Jaksel memastikan kegiatan gerebek sampah dan kerja bakti pembersihan lingkungan akan terus digelar secara berkelanjutan. Selain sungai utama, saluran air di kawasan permukiman juga menjadi sasaran karena kerap menjadi penyebab genangan saat hujan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar dan merupakan bagian dari gerakan “Jaga Jakarta Bersih”.

Kerja bakti melibatkan petugas dari Pemerintah Kota (Pemkot) Jaksel, Polres Metro Jaksel serta Kodim 0504 Jaksel dengan dukungan dua alat berat dan belasan truk pengangkut sampah milik Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA).