TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memastikan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di kawasan Hujun, Mekkah, sebagai upaya meningkatkan kenyamanan jemaah haji asal Tanah Air.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutkan, lahan seluas hampir 60 hektar telah disiapkan dengan jarak sekitar 1–3 kilometer dari Masjidil Haram.
Menurut Nasaruddin, akses menuju Masjidil Haram akan dilengkapi dengan terowongan khusus dan jembatan penghubung. Infrastruktur ini diharapkan menjadi jalur utama mobilitas jemaah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada transportasi bus yang kerap terjebak kemacetan.
“Kita sudah mendapatkan lahan yang cukup luas, hampir 60 hektar, antara 1 sampai 3 kilometer dari Ka’bah. Nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” kata Nasaruddin Umar, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dukungan datang dari kalangan penyelenggara haji dan umrah. Sri Wahyuningsih menilai keberadaan pemukiman permanen yang dekat dengan Masjidil Haram akan mengubah pola layanan ibadah.
“Selama ini tantangan terbesar adalah menjaga kondisi fisik jemaah meski jarak hotel cukup jauh. Dengan adanya Kampung Haji dan terowongan khusus, jemaah bisa lebih fokus pada ibadah inti tanpa kelelahan di perjalanan,” ujar Sri dalam wawancara bersama Aan Dwi Puantoro di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: 9 Pantangan yang Harus Dihindari Selama Bulan Ramadan
Sri menambahkan, akses khusus tersebut akan meningkatkan efisiensi waktu dan keamanan, terutama bagi jemaah lansia.
Mobilitas yang lebih terukur diyakini memudahkan manajemen keberangkatan dari hotel ke Masjidil Haram.
Diketahui, jumlah jemaah haji Indonesia tahun 2026 mencapai 221.000 orang, terdiri atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus. Dari total tersebut, lebih dari 11 ribu jemaah lansia mendapat prioritas keberangkatan. Kehadiran Kampung Haji dan jalur khusus diyakini akan memberi dampak besar bagi kelompok rentan ini.
Dengan proyek ini, wajah perhajian Indonesia diprediksi akan berubah signifikan. Jemaah tidak lagi menghadapi risiko tersesat di gang sempit atau menunggu berjam-jam di tengah keramaian. Sebaliknya, perjalanan ibadah akan lebih terarah, aman, dan nyaman.
Dengan Kampung Haji dan jalur khusus menuju Masjidil Haram, perjalanan jemaah Indonesia diprediksi lebih aman, nyaman, dan efisien, terutama bagi lansia.