Profil John Field, Bos PT Blueray yang Sempat Kabur Saat OTT KPK Kasus Suap Bea Cukai
Mia Della Vita February 08, 2026 09:34 PM

Grid.ID- Profil John Field mendadak menjadi sorotan publik setelah terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemilik PT Blueray Cargo ini sempat kabur saat KPK menggelar OTT terkait dugaan suap importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, dan sempat menyulitkan proses penegakan hukum. Namun, John Field akhirnya menyerahkan diri ke KPK dan langsung diperiksa sebagai tersangka.

Kini, ia resmi ditahan selama 20 hari pertama oleh penyidik KPK. Kasus ini membuat publik kembali menelusuri profil John Field, sosok yang disebut sebagai aktor kunci dalam perkara suap impor tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan John Field (JF) setelah pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa penahanan dilakukan usai seluruh proses pemeriksaan rampung. Menurut Budi, John Field bersikap kooperatif selama pemeriksaan dan memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.

Penahanan ini dilakukan di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK. John Field kini menyusul para tersangka lain yang lebih dulu ditahan sejak 5 Februari 2026. Penahanan tersebut menandai babak baru dalam pengusutan kasus dugaan korupsi importasi di DJBC.

Sempat Kabur Saat OTT KPK

Sebelumnya, Pelaksana tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa John Field sempat melarikan diri saat tim KPK hendak melakukan tangkap tangan.

Asep menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi ketika petugas sudah berada di lapangan. "Satu lagi di saat kita akan teman-teman di lapangan akan lakukan tangkap tangan, itu saudara JF melarikan diri," ujar Asep dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/2/2026).

Atas kejadian tersebut, KPK bahkan sempat mempertimbangkan penerbitan surat pencegahan ke luar negeri untuk mengantisipasi potensi pelarian. Namun, kekhawatiran itu akhirnya terjawab setelah John Field menyerahkan diri ke KPK pada Sabtu (8/2/2026) dini hari.

Kehadiran John Field di Gedung Merah Putih KPK dikonfirmasi langsung oleh juru bicara lembaga antirasuah. Pemeriksaan terhadapnya pun dilakukan secara maraton.

Peran John Field dalam Kasus Suap Impor

Dalam perkara ini, John Field ditetapkan sebagai tersangka yang berperan sebagai pemberi suap. Ia diduga menyuap oknum pejabat Bea dan Cukai agar jalur pemeriksaan impor diubah dari jalur merah menjadi jalur hijau.

Dengan perubahan jalur tersebut, barang impor ilegal atau berkualitas rendah (KW) dapat masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik. Nilai suap yang diduga diberikan mencapai Rp7 miliar per bulan.

Selain itu, KPK juga menyita uang dan aset dengan total nilai mencapai Rp40,5 miliar dalam OTT tersebut. Peran sentral ini membuat profil John Field menjadi fokus utama dalam pengembangan perkara.

Kasus dugaan suap ini turut menyeret tiga oknum pejabat Bea dan Cukai. Mereka adalah Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026, Rizal; Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono; serta Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan.

Selain John Field, KPK juga menetapkan Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray dan Dedy Kurniawan selaku Manajer Operasional PT Blueray sebagai tersangka. Total ada enam tersangka yang diamankan dalam OTT di Jakarta dan Lampung pada Rabu, (4/6/2026). Seluruhnya kini berstatus tersangka pemberi dan penerima suap.

Profil John Field, Bos PT Blueray Cargo

Berdasarkan informasi dari Bangka Pos, John Field merupakan pemilik sekaligus bos PT Blueray Cargo, perusahaan jasa impor yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Saat ini, John Field berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait kegiatan importasi barang di DJBC Kementerian Keuangan.

Ia disebut sebagai aktor kunci yang mengatur alur suap kepada oknum aparat Bea Cukai. Posisi strategisnya sebagai pemilik perusahaan membuat dugaan pelanggaran ini berdampak luas.

Kasus yang menjeratnya menjadi salah satu skandal impor terbesar yang diungkap KPK pada awal 2026. Tak heran jika profil John Field kini banyak dicari publik.

Profil PT Blueray Cargo

PT Blueray Cargo merupakan perusahaan jasa impor yang berdiri sejak tahun 2001. Perusahaan ini mengklaim sebagai market leader di bidang jasa impor barang ke Indonesia.

Layanan PT Blueray Cargo mencakup pengiriman barang dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman, Inggris, hingga Taiwan. Pengiriman dilakukan melalui jalur udara dan laut. Perusahaan ini juga mengklaim memiliki banyak gudang di berbagai belahan dunia serta cabang di sejumlah kota besar di Indonesia.

Berdasarkan informasi di situs resminya, PT Blueray Cargo tumbuh bersama puluhan ribu pedagang di pusat grosir Jakarta seperti Glodok, Mangga Dua, dan Harco. Perusahaan ini mengusung sistem satu harga dan layanan impor terpadu, mulai dari pengurusan barang di negara asal hingga pengiriman ke Indonesia.

Fokus utama layanan mereka adalah kecepatan dan kenyamanan pelanggan. Alamat kantor pusat PT Blueray Cargo berada di Jakarta. Kini, nama besar perusahaan tersebut ikut tercoreng seiring mencuatnya profil John Field dalam pusaran kasus suap impor.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.