- Pemerintah Iran mengungkap skenario terburuk jika konflik bersenjata pecah dengan Amerika Serikat.
Iran menyebut, perang itu berpotensi melibatkan Israel hingga negara-negara Teluk.
Dalam skenario ini, Iran menerapkan lima tahap peperangan dan mendisrupsi ekonomi global.
Dilaporkan detail rencana perang itu dipublikasikan Tasnim pada akhir pekan ini.
Di antaranya, awal serangan dimulai Amerika Serikat yang beraksi melalui udara.
Yakni, rentetan rudal Amerika Serikat menargetkan situs nuklir Teheran hingga markas IRGC.
Lalu, Iran bersama sekutunya akan melakukan serangan balasan.
Iran bakal meluncurkan rudal balistik dan drone terhadap pangkalan AS di Qatar, Irak.
Tahap ketiga, Iran juga merencanakan serangan siber.
Iran akan menargetkan apa yang mereka anggap sebagai titik-titik lemah AS.
Yakni, menyerang jaringan transportasi, infrastruktur energi, sistem keuangan, dan komunikasi militer.
Tahap keempat, Iran mengendalikan penuh Selat Hormuz dan mengancam melakukan blokade kawasan.
Tahap terakhir, Iran akan menghabiskan sumber daya AS melalui perang asimetris multi-front.
Kendati tidak menang secara militer, Iran percaya hal itu akan membuat kemenangan menjadi terlalu mahal bagi Washington.
Iran kembali menegaskan, kini pasukannya dalam posisi siap siaga penuh untuk memberikan respons cepat.
Sikap Iran itu diyakini akan menggeser doktrin dari pertahanan ke serangan setelah konflik 12 hari melawan Israel pada 2025.
Baca juga beirta terkait di sini