Banjarmasin Penyaluran KUR Tertinggi, Begini Rincian Debitur dan Bank Penyalur
Kamardi Fatih February 08, 2026 11:40 PM

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengoptimalkan pembiayaan bagi UMKM di Kalimantan Selatan, Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, telah melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama seluruh Lembaga Penyalur guna memastikan penyaluran yang tepat sasaran.

Pada Desember 2025, program Kredit Usaha Rakyat (KUR) total penyaluran KUR sebesar Rp 4,97 Triliun atau 87,29 persen dari target Rp 5,69 triliun yang disalurkan kepada 80.687 debitur.

KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp 4,73 triliun (95,23 persen) dan Syariah sebesar Rp 237,19 miliar (4,77 persen). 

Semakin memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) total penyaluran pembiayaan UMi sebesar Rp 73,79 miliar kepada 14.300 debitur. 

UMi disalurkan secara konvensional sebesar Rp 10,71 miliar (14,51 persen) dan Syariah Rp 63,08 miliar (85,49 persen).

Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kanwil DJPb Kalsel, menyebutkan, upaya komitmen menyalurkan pembiayaan kepada UMKM terus berlanjut dalam memperkuat sinergi dan melakukan berbagai upaya pengawalan agar tren positif yang terlihat di wilayah seperti Banjarmasin dapat terus dipertahankan dan diikuti oleh wilayah lainnya.

"Kami harapkan mampu mendorong akselerasi permodalan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan," ujarnya.

Secara nasional pun, KUR Kalsel berada pada peringkat 15 dan peringkat ke-1 regional Kalimantan.

Berdasarkan sektornya, Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp 1,96 triliun (39,51 persen) kepada 37.151 debitur.

Sedangkan secara skema penyeluran , maka skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp 3,64 triliun (73,30 persen) kepada 75.238 debitur.

Berdasarkan Kabupaten/Kota, maka Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp 1.000,46 miliar kepada 13.255 debitur. 

Disusul Kabupaten Tanahbumbu sebesar Rp 584,74 miliar kepada 7.100 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp 516,73 miliar kepada 9.723 debitur.

Adapun berdasarkan bank penyalur, maka Bank BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp 3,41 triliun kepada 68.119 debitur. 

Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp 568,47 miliar kepada 5.604 debitur. Selanjutnya, Bank Kalsel sebesar Rp 392,24 miliar kepada 3.345 debitur.
Penyaluran pembiayaa UMi Kalsel menempati posisi ke-26 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional. Namun secara regional Kalimantan, penyaluran kinerja UMi mencapai peringkat ke-3 se-Kalimantan.

Penyaluran pembiayaan UMi di Kalsel dilakukan lima LKBB penyalur, yaitu PNM, Pegadaian, BAV, Komida, dan KJP Cipta Prima Sejahtera.

Kota Banjarmasin mencatatkan sebagai penyaluran UMi tertinggi, sebesar Rp 14,62 miliar kepada 2.663 debitur. Disusul Kabupaten Banjar sebesar Rp 8,85 miliar kepada 1.707 debitur dan Hulu Sungai Selatan (HSS) sebesar Rp 6,48 miliar kepada 1.188 debitur.

Berdasarkan sektornya, Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 94,30 persen dan dan secara skema, skema kelompok menjadi skema terbesarpenyalurannya dengan porsi 95,42 persen. 

Sebagai penyalur UMi , maka PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp 63,02 miliar kepada 12.546 debitur.
Kemudian BAV sebesar Rp 6,28 miliar kepada 1.039 debitur. Selanjutnya oleh PT Pegadaian sebesar Rp 2,44 miliar kepada 202 debitur. (Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin) 

Penyaluran KUR Tertinggi di Kalsel 
Kabupaten/Kota     Dana KUR         Jumlah Debitur 
- Banjarmasin         Rp 1.000,46 miliar     13.255
- Tanahbumbu     Rp 584,74 miliar      7.100 
- Banjar         Rp 516,73 miliar      9.723 

Bank Penyalur KUR
Perbankan         Nilai             Debitur 
- Bank BRI        Rp 3,41 triliun        68.119 
- Bank Mandiri     Rp 568,47 miliar    5.604 
- Bank Kalsel         Rp 392,24 miliar     3.345 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.