PROHABA.CO, JAKARTA – Kasus kematian pertama akibat virus Nipah di awal tahun 2026 terjadi di Bangladesh dan menjadi perhatian dunia.
Pakar kesehatan sekaligus Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama menegaskan kasus kematian pertama akibat virus Nipah harus menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia.
Kasus ini terjadi di Bangladesh, tetapi ancamannya bersifat lintas negara.
WHO melaporkan seorang perempuan berusia 40–50 tahun meninggal dunia akibat infeksi virus Nipah pada akhir Januari 2026 di distrik Naogaon, Divisi Rajshahi, Bangladesh.
“Jadi kasusnya bukan dari India yang banyak dibahas belakangan ini. Sehingga ini sudah lebih dari negara walaupun kasusnya tidak berhubungan langsung.
Artinya, ini memerlukan perhatian dunia termasuk Indonesia,” kata Prof Tjandra dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Waspadai Virus Nipah, Begini Gejala dan Cara Mengatasinya
Penyakit cepat memburuk
Pasien dilaporkan beberapa kali mengonsumsi jus getah kurma mentah, yang diketahui sebagai salah satu jalur penularan virus Nipah selain kontak langsung dengan kelelawar atau buah terkontaminasi.
Gejala muncul pada 21 Januari 2026 dengan demam, sakit kepala, kejang otot, hilang nafsu makan, badan lemah, muntah, hipersalivasi, disorientasi, hingga kejang.
Pada 27 Januari pasien tidak sadar, sampel usap tenggorok dan darah diambil pada 28 Januari, dan di hari yang sama pasien meninggal.
Baca juga: Virus Nipah Kenapa Berbahaya?
“Cepatnya proses penyakit menunjukkan beratnya penyakit virus Nipah ini, yang angka kematiannya memang tinggi,” jelas Prof Tjandra.
Langkah Pemerintah Bangladesh
Setelah kasus terkonfirmasi, otoritas kesehatan Bangladesh menelusuri 35 kontak erat pasien. Hasil pemeriksaan seluruhnya dinyatakan negatif virus Nipah.
Prof Tjandra menekankan pentingnya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat secara luas dan berkelanjutan.
Ia juga menyebut setiap negara membutuhkan tiga komponen utama menghadapi penyakit menular berbahaya: tim investigasi wabah yang cepat, layanan klinik dan rumah sakit yang siap, serta laboratorium dengan akurasi tinggi.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah (NiV) adalah penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis) dan dapat menular antarmanusia. Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1999 di Malaysia.
Baca juga: Bangladesh Umumkan Kematian Pertama akibat Virus Nipah pada Tahun 2024, Ini Gejala Penyakit Tersebut
Singkatnya, Nipah adalah penyakit langka namun sangat berbahaya, yang menjadi perhatian global karena potensi penyebaran dan fatalitasnya.
Pesan untuk Indonesia
Menurut Prof Tjandra, laporan kasus Nipah di India pada awal 2026 dan kematian di Bangladesh menunjukkan penyakit zoonosis ini berbahaya dan harus diwaspadai.
“Artinya semua negara – termasuk Indonesia, tentunya perlu mengambil langkah yang diperlukan, guna melindungi masyarakat,” ungkapnya.
Kasus kematian akibat virus Nipah di Bangladesh menjadi alarm bagi dunia. Indonesia diingatkan untuk memperkuat sistem kesehatan agar siap menghadapi ancaman penyakit menular lintas negara dengan angka kematian tinggi.(*)