Binatang Kecil Ini Bikin Petani di Tapin Kalsel Cemas, 15 Borong Sawah Kena Serangan
Edi Nugroho February 08, 2026 11:40 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU -Binatang kecil yang bikin petani di Tapin Kalsel Cemas, 15 borong sawah kena serangan

Petani di Kelurahan Rangda Malingkung, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, sejak dua bulan terakhir mulai menanam padi lokal jenis Siam Sarindit.

Tanaman padi tersebut diperkirakan akan mulai mengeluarkan bulir dalam waktu dekat dan siap dipanen sekitar dua bulan setengah ke depan atau setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini. 

Namun di tengah harapan panen yang baik, para petani kini diliputi kekhawatiran akan ancaman hama wereng yang berpotensi menurunkan produktivitas hasil panen. 

Baca juga: Ikan Haruan Masih Jadi Primadona, Begini Harga di pasar Tradisional

Baca juga: Petani Tapin Waspadai Serangan Wereng, Harapkan Dukungan Program Ketahanan Pangan 

Sabrah, salah satu petani setempat, mengaku cemas serangan hama wereng dapat menyerang tanaman padinya yang ditanam di lahan seluas sekitar 15 borong atau lebih dari setengah hektare. 

“Kalau sudah kena wereng, bisa habis hasil panen. Itu yang paling kami takutkan,” ujarnya, Minggu (8/2/2026). 

Warga Jalan Kusumagiri, Kelurahan Rangda Malingkung itu menyebut, kendala utama yang dihadapi petani saat ini bukan hanya serangan hama, tetapi juga keterbatasan ketersediaan obat-obatan pembasmi hama dengan harga terjangkau.

Dia berharap obat pertanian yang efektif untuk mengendalikan wereng dapat tersedia secara merata di pasaran maupun toko tani, sehingga bisa dijangkau oleh petani mandiri. 

“Kendala utama itu serangan hama wereng dan ketersediaan obat pembasmi hama dengan harga murah,” pungkasnya. 

Di sisi lain, pemerintah pusat melalui berbagai program ketahanan pangan terus mendorong peningkatan produksi padi nasional. 

Program tersebut di antaranya melalui penguatan sarana produksi pertanian, penyediaan pupuk bersubsidi, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), serta pendampingan petani oleh penyuluh pertanian lapangan. 

Program nasional tersebut diharapkan dapat membantu petani daerah, termasuk di Kabupaten Tapin, dalam menghadapi ancaman hama sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan menjelang musim panen. 

Dengan dukungan kebijakan dan ketersediaan sarana pertanian yang memadai, petani berharap hasil panen padi Siam Sarindit tahun ini dapat optimal dan turut berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Kenali Ciri-ciri Padi yang Terserang Wereng dan Upaya Pengendaliannya

Wereng coklat adalah salah satu serangga yang menjadi hama tanaman padi. Seperti namanya, serangga ini memiliki tubuh berwarna coklat muda hingga coklat tua.

Pada wereng dewasa memiliki ukuran panjang 2-4,5 mm dengan lebar 2-2,8 mm. Wereng menjadi hama yang sering menyerang padi karena produktivitas hama ini juga sangat masif.

Bahkan, seekor wereng betina dapat menghasilkan telur 300-350 butir. Telur tersebut diletakan dalam tanaman dan akan menetas setelah 5-8 hari.

Ciri-ciri tanaman padi terserang wereng

Ciri ciri padi terserang wereng sebenarnya bisa diketahui sejak serangan awal. Dikutip dari buku Hama dan Penyakit Tanaman Padi, Sabtu (1/10/2022), serangan awal wereng coklat akan membuat tanaman berwarna kekuningan.

Wereng coklat akan menyerang secara berkelompok di pangkal batang padi. Selain warnanya, serangan awal hama ini juga ditandai dengan adanya lingkungan berwarna kuning.

Pada serangan berat, ciri ciri tanaman padi yang terserang wereng akan layu dan mati kekeringan. Tanaman padi akan kering seperti terbakar.

Cara mengendalikan hama wereng coklat

Serangan wereng coklat yang tidak dikendalikan dengan tepat dapat mengakibatkan gagal panen. Adapun cara pengendalian hama ini bisa dilakukan melalui kultur teknis, biologi, dan kimiawi. Berikut ulasannya.
Kultur teknis

Pengendalian wereng secara kultur teknis, bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.

    Menanam padi serentak.
    Melakukan pergiliran varietas padi. Setiap jenis padi tidak boleh ditanam lebih dari 2 kali berturut-turut setiap tahunnya. Penanaman padi harus diselingi dengan tanaman palawija.
    Persemaian diupayakan jauh dari tempat yang berlampu.
    Melakukan pemupukan berimbang dan hindari aplikasi pupuk nitrogen berlebih.
    Jika tanaman sudah terserang, keringkan sawah selama 3-4 hari.
    Setelah panen, jerami segera di bakar atau lahan segera dibajak.
    Menanam varietas tahan wereng.

Biologi

Sementara itu, pengendalian wereng dengan cara biologi bisa dilakukan dengan dua langkah. Pertama, menggunakan musuh alami dan yang kedua tidak menggunakan insektisida pada tanaman muda apabila serangan masih di bawah ambang batas ekonomi.

Pengendalian secara kimiawi dilakukan jika serangan sudah terlanjur menyebar. Cara pengendalian ini dengan mengaplikasikan insektisida sistemik pada bagian pangkal tanaman dengan dosis yang dianjurkan.

Beberapa jenis insektisida yang dapat digunakan, antara lain; Bassa, Bancol, Mipcin, dan lain sebagainya.

 (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid/kompas.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.