TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Detik-detik seorang pelajar disiram air keras oleh sekelompok pemuda di jalan raya, terekam kamera ponsel hingga videonya viral di media sosial.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat pelaku dan korban masing-masing berboncengan menggunakan satu motor.
Komplotan pelaku tampak berhenti sejenak dan bersiap-siap sebelum melancarkan aksinya dengan menyiram cairan dari dalam botol ke arah korban.
Setelah terkena cipratan cairan tersebut, kendaraan yang ditumpangi korban dan rekannya sedikit oleng, namun tak sampai terjatuh.
Air keras adalah zat kimia bersifat sangat korosif yang dapat melukai kulit, merusak jaringan tubuh, dan membakar benda. Istilah ini umum dipakai untuk menyebut asam kuat, seperti asam sulfat atau asam klorida.
Baca juga: Pengakuan Suami di Lubuklinggau Nekat Siram Istri Pakai Air Keras, Kesal Ajakan Ditolak
Dalam hukum Indonesia, penggunaan air keras untuk menyakiti orang lain merupakan tindak pidana berat dengan ancaman hukuman serius.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, laporan awal berasal dari orang tua korban yang sempat mendatangi Polsek Cempaka Putih sebelum akhirnya diarahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
"Mengenai perkara tersebut, betul sudah ada dari orang tua korban yang datang ke Polsek Cempaka Putih yang kemudian diarahkan ke Polres Jakarta Pusat."
"Karena ini perkara yang melibatkan kemungkinan dari pelaku maupun korban adalah anak-anak di bawah umur sehingga diterima oleh Polres Jakpus yang ada satuan perlindungan perempuan dan anak,” ujar Roby, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, laporan tersebut kini telah ditangani Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat.
Terkait kondisi korban, Roby menyebut korban mengalami luka dan cedera di bagian mata dan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
"Untuk korban sendiri ada luka dan cedera di bagian mata yang sempat di tangani di Rumah Sakit, tapi saat ini sudah kembali ke rumah,” ucapnya.
Namun demikian, hingga saat ini korban belum dapat menjalani pemeriksaan karena kondisi psikologis yang belum siap.
Meski belum memeriksa korban, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penyelidikan awal, termasuk menganalisis rekaman video yang beredar di media sosial.
"Kami sudah menangani kemudian melakukan penyelidikan termasuk menganalisa video yang ada di medsos."
"Kami juga sudah mengetahui baik itu identitas dari pelaku, tapi ini kemungkinan ya, dari pelaku baik itu kendaraannya atau pelakunya sendiri," jelasnya.