TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Target Pemko Pekanbaru memperbaiki atau menormalisasi parit sepanjang 900 KM tahun 2026 ini, direspon positif semua kalangan.
Namun pertanyaannya, parit atau drainase yang mana saja diperbaiki? Mengingat sangat banyak parit bermasalah di kota ini.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan, langkah menormalisasi 900 KM parit tersebut, untuk mengembalikan fungsi drainase agar kembali maksimal dan saling terhubung.
Sehingga mampu mengalirkan air dengan lancar, dan mengurangi resiko genangan di sejumlah kawasan. Tentu, normalisasi itu dilakukan melalui pembersihan saluran drainase dari sampah, pengangkatan sedimen, serta pendalaman parit yang mengalami pendangkalan.
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois SAg menyampaikan, pihaknya sangat mendukung langkah normalisasi parit tersebut.
Hanya saja, DPRD meminta agar Pemko mempublis parit mana saja yang akan diperbaiki.
"Karena ini berhubungan dengan pengendalian banjir. Tentu ada skala prioritas yang akan diperbaiki. Masyarakat ingin tahu mana saja," kata Rois kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (8/2/2026).
Lebih dari itu, Rois juga mengingatkan Pemko, untuk berkoordinasi dengan Pemprov Riau dan pemerintah pusat, terkait normalisasi parit ini.
Sebab, antara parit atau drainase yang akan diperbaiki, ada kewenangan provinsi dan kewenangan pusat.
Jangan sampai parit yang sudah diperbaiki Pemko Pekanbaru terhenti, karena koneksinya merupakan kewenangan provinsi atau pusat, yang sama sekali tidak diperbaiki.
"Jika memang diperbaiki, maka alirannya juga harus dipastikan. Sehingga tidak terkesan sia-sia," pintanya.
Politisi senior ini berharap, eksekusi perbaikan parit yang nantinya akan menelan anggaran Rp 100 miliar tersebut, bisa segera dilaksanakan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, pekerjaan perbaikan normalisasi parit ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas PUPR atau Perkim. Tapi juga dibebankan ke pemerintah kecamatan.
Tujuannya, agar pemerintah kecamatan apakah tahu saluran drainase yang tidak berfungsi atau pun berfungsi di wilayah masing-masing. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).