Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), AKBP Eliana Papote melalui Kasi Humas Polres TTU, IPDA Markus Wilco Mitang membenarkan ada informasi seorang pria mengakhiri hidup dengan cara tragis di Desa Suanae.
Menurutnya, informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima oleh Kapolsek Miomaffo Barat, IPDA Paulus Naif, S. H.
Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada anggota Identifikasi Polres TTU pada pukul 11. 30 WITA.
Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres TTU tiba di TKP dan melakukan olah TKP. Sekira Pukul 13.50 WITA, korban dievakuasi oleh Unit Identifikasi Polres TTU bersama anggota Polsek Miomaffo Barat serta dibantu oleh warga dan korban dibawa ke Puskesmas Eban untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Baca juga: Keterangan Saksi Penemuan Pria Bunuh Diri di Desa Suanae Kabupaten TTU
Namun, ketika tiba di Puskesmas Eban, dokter yang bertugas sedang tidak berada di tempat sehingga hanya dilakukan foto terhadap tubuh korban. Korban kemudian dibawa kembali ke rumah duka sekira pukul 15.00 WITA.
Ayah angkat korban bunuh diri Paulinus Sonlay mengatakan, korban diangkat sebagai anak mereka sejak usai tiga bulan. Sejak lahir, korban mengidap penyakit epilepsi.
Paulinus bersama istrinya telah melakukan berbagai upaya pengobatan secara medis maupun tradisional untuk menyembuhkan korban. Mamun hingga saat ini penyakit tersebut belum dapat disembuhkan.
Ketika Penyakit Epilepsi kambuh, korban biasanya mengalami kejang kemudian terjatuh dan tidak sadarkan diri. Beberapa waktu lalu, korban sempat terjatuh di dalam dapur dan tangan kirinya terbakar.
Setiap hari korban membantu orang tuanya memberi makan ternak sapi dan juga mengolah lahan kebun. Korban lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di kebun.
Pada Minggu 8 Februari 2026 sekira pukul 07.00 WITA, saksi bersama korban pergi memerah susu sapi yang lokasinya berjarak 50 meter dari TKP. Setelah memerah susu sapi, mereka pulang ke rumah dan sarapan.
Setelah sarapan, Paulinus dan istri sibuk memasak untuk persiapan kegiatan arisan di rumah. Ia kemudian menyuruh korban untuk tidur. Pasalnya, penyakit korban biasa kambuh ketika berada di antara banyak orang.
Ia menjelaskan, korban sempat melakukan upaya percobaan gantung diri pada tahun 2023 lalu. Namun aksi tersebut digagalkan oleh saudara Sipri Naekleu.
Saksi penemuan jenazah pria bunuh diri bernama Yasintus Susu mengatakan, sekira pukul 11. 00 WITA, ia sedang memotong daun lamtoro sendirian. Daun lamtoro tersebut rencananya bakal digunakan untuk memberi makan ternak milik saksi yang ditambatkan di sekitar TKP.
Ketika sedang memotong daun lamtoro, kata Yasintus, ia melihat korban dengan jarak sekitar 20 meter. Tanpa menaruh rasa curiga, saksi sempat memanggil korban Zakarias Oba untuk meminta siri pinang.
Saat itu, korban tidak memberikan jawaban ketika dipanggil saksi. Yasintus kemudian memutuskan mendekati korban.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan seutas tali terlilit di leher korban dengan ujung lainnya terikat pada pohon asam.
Dihantui rasa takut, saksi kemudian menginformasikan hal ini kepada saksi Yohanis Kenjam (paman dari korban). Mereka kemudian bergegas ke rumah orang tua korban dan selanjutnya melaporkan hal ini kepada Kepala Desa Suanae.
Sementara itu, saksi Yohanis Kenjam menerangkan, ia pertama kali mengetahui insiden itu dari saksi Yasintus Susu. Informasi ini diterima sekira pukul 11.10 WITA.
Yohanes menerangkan, ia dan korban bertetangga. Korban juga sering mengeluh terkait penyakitnya yang tidak kunjung sembuh. Korban sering terjatuh ketika penyakitnya kambuh.
Bersama ayah angkat dari korban, Yohanis beberapa kali mengantar korban untuk berobat baik pengobatan tradisional maupun pengobatan medis. Namun penyakit yang diderita korban tak kunjung sembuh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun POS-KUPANG.COM korban ditemukan meninggal dunia oleh seorang pria bernama Yasintus Susu. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di Pohon Asam.
Penemuan Zakarias Oba dalam kondisi tak bernyawa ini langsung diinformasikan kepada kedua orang tuanya. Usai menerima informasi tersebut, Kepala Desa Suanae langsung melaporkan
Korban ditemukan menggantung di pohon asam dengan menggunakan tali plastik berwarna putih dengan posisi kaki terlipat dan menyentuh tanah.
Saat pertama kali ditemukan, korban Zakarias teridentifikasi mengenakan baju kaos lengan pendek berwarna biru toska, celana pendek berwarna hitam/abu-abu, menggunakan sendal berwarna putih biru.
Disclaimer