TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan kembali dijatuhi sanksi denda besar oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kali ini, Ayam Kinantan harus membayar total denda sebesar Rp 45 juta akibat pelanggaran yang dilakukan oleh oknum suporter saat pertandingan kandang.
Sanksi tersebut diputuskan berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI terkait insiden yang terjadi pada laga PSMS Medan melawan Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara, 11 Januari 2026 lalu. Dalam pertandingan tersebut, setidaknya terdapat dua pelanggaran yang menjadi dasar pemberian denda kepada klub.
Pelanggaran pertama terjadi ketika dua orang suporter PSMS Medan memasuki area sisi lapangan di belakang gawang Adhyaksa FC dari arah Tribun Selatan. Tindakan ini dinilai membahayakan keamanan dan mengganggu jalannya pertandingan. Atas pelanggaran tersebut, PSMS Medan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 30 juta.
Selain itu, sepanjang pertandingan juga terdengar yel-yel bernada provokatif dan bernuansa hinaan terhadap perangkat pertandingan yang dilantunkan oleh sebagian suporter. Akibat pelanggaran ini, Komdis PSSI kembali menjatuhkan sanksi tambahan sebesar Rp 15 juta kepada PSMS Medan.
Total denda yang harus ditanggung klub pun mencapai Rp 45 juta, angka yang tergolong fantastis untuk ukuran klub Liga 2.
Baca juga: Dua Pemain Baru Jadi Amunisi, PSMS Makin Percaya Diri Sambut Putaran Ketiga
Menanggapi keputusan tersebut, Presiden PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku kecewa karena klub kembali harus menanggung sanksi akibat ulah oknum suporter. “Kita kecewa karena kita kena denda itu lagi. Ini kita belum tahu juga di pertandingan terakhir lawan Bekasi, infonya ada sanksi lebih besar lagi,” ujar Fendi kepada Tribun Medan, Senin (2/2).
Ia menegaskan bahwa manajemen sebenarnya sudah berulang kali memberikan imbauan kepada suporter agar lebih tertib saat mendukung tim kesayangan mereka di stadion. “Kita sudah mengimbau. Makanya nanti kita akan coba pendekatan lagi, bagaimana caranya supaya tidak merugikan satu sama lain,” tambahnya.
Fendi juga menilai bahwa kondisi ini justru membuat PSMS Medan merasa lebih dirugikan saat bermain di kandang dibandingkan saat bertanding di laga tandang. “Kita merasa main home lebih rugi daripada main away,” tutupnya.
Manajemen PSMS Medan berencana melakukan evaluasi bersama kelompok suporter agar kejadian serupa tidak terulang di laga-laga berikutnya, mengingat sanksi berulang dapat berdampak buruk bagi klub baik secara finansial maupun reputasi. (cr29/Tribun-Medan.com)