Penyebab Keracunan MBG Ratusan Siswa dan Guru SMA Negeri 2 Kudus
Salomo Tarigan February 09, 2026 06:27 AM

 

TRIBUN-MEDAN.com - Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan.

Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah yang jadi korbannya belum lama ini.

Mereka mengeluh gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu (28/1/2026).

Apa penyebab keracunan siswa dan guru tersebut?

Terkini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap, hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan siswa SMAN 2 Kudus pasca santap menu soto dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari hasil lab Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diketahui ada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal yang disajikan.

"Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal.

Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

Selain itu, BGN juga melakukan investigasi pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang mengolah dan mendistribusikan makanan tersebut.

SPPG tersebut kata Nanik, belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara MBG di daerah lain. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar," tegasnya.

Pihaknya akan terus memperkuat pengawasan, pendampingan teknis, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) bagi dapur penyedia MBG.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu (28/1/2026).

Sejumlah siswa, guru, dan kepala SMAN 2 Kudus mengeluhkan gejala keracunan, seperti lemas, pusing, mual, muntah, dan diare.

Gejala itu terus berlanjut hingga Kamis.

Atas kejadian itu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan permintaan maaf.

BGN telah melakukan investigasi dan analisis terhadap beberapa SPPG yang terlibat dalam kejadian tersebut. 

Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya pelanggaran prosedur yang dinilai cukup berat.

"Saya sebagai kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan," kata Dadan dikutip dari Tribunnews.com.

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Baca juga: POLISI Layangkan Panggilan Kedua ke Tersangka Bahar bin Smith Untuk Pemeriksaan Kasus Penganiayaan

Sumber:  Tribunnews.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.