Strategi Rahman Anwar Mahasiswa Unesa Kuasai Dunia Profesional di Usia Muda
Sri Wahyuni February 09, 2026 08:38 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, SURABAYA - Di tengah dinamika dunia perkuliahan yang kian kompetitif, terdapat seorang mahasiswa yang tidak hanya mengejar nilai di atas kertas, tetapi juga mengasah taring di dunia profesional. 

Adalah Muhammad Yusuf Syahsiah Rahman Anwar, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Angkatan 2023. 

Pemuda yang akrab disapa Rahman ini telah membuktikan bahwa masa muda adalah 
momentum emas untuk membangun portofolio yang lintas disiplin, mulai dari kepemimpinan, komunikasi publik, hingga keterlibatan dalam industri strategis.

Perjalanannya sebagai seorang duta atau ambassador dimulai dari langkah-langkah kecil.

Kemudian membawanya ke panggung-panggung bergengsi, baik di tingkat universitas seperti  Student Ambassador Webs Vaganza UNAIR, hingga ke level internasional sebagai Brand Ambassador International Youth Goals.

Bagi Rahman, menjadi seorang duta bukan sekadar tentang penampilan fisik atau kecakapan berbicara di depan kamera. Ada beban moral dan citra institusi yang harus dipanggul.

Dalam pandangannya, seorang representator harus memiliki paket lengkap yang mencakup karakter dan kompetensi.

Ia menekankan bahwa kualitas utama yang tidak boleh ditawar adalah integritas.

Tanpa integritas, pesan yang disampaikan kepada publik akan kehilangan ruhnya.

Menurut saya, kualitas utama yang wajib dimiliki adalah integritas, kemampuan komunikasi, dan konsistensi sikap. Sebagai representasi baik di tingkat nasional maupun internasional saya harus mampu menjaga citra, menyampaikan pesan dengan tepat, serta bertanggung jawab atas setiap peran yang saya pegang.

"Pengalaman sebagai Student Ambassador Webs Vaganza UNAIR dan Brand Ambassador Internasional Youth Goals mengajarkan saya bahwa sikap dan 
etika itu penting," ujar Rahman kepada TribunMataraman.com, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Sosok Revina Yuninda, Mahasiswi UNESA Asal Ponorogo yang Berprestasi di Kampus Hingga Dunia Modeling

Penerapan nilai-nilai ini terlihat dari bagaimana ia membawa nama Indonesia saat menjadi delegasi dalam International Youth Goals di Thailand. 

Ia menyadari bahwa ilmu komunikasi yang ia pelajari bukan hanya soal pertukaran kata-kata, melainkan sebuah instrumen penting dalam memfasilitasi hubungan antara pemuda Indonesia dengan komunitas internasional. 

Baginya, komunikasi adalah jembatan untuk membangun pemahaman lintas budaya, di mana empati dan kemampuan adaptasi menjadi kunci utama agar nilai-nilai lokal Indonesia dapat diterima dan dihargai di kancah global.

Keprofesionalan Rahman juga teruji di bawah sorot lampu panggung. Sebagai seorang Master of Ceremony (MC) profesional, ia telah memandu berbagai jenis acara, mulai dari perlombaan  yang penuh ketegangan, webinar edukatif, hingga acara publik yang melibatkan audiens luas. 

Dunia panggung yang dinamis menuntutnya untuk selalu siap terhadap segala kemungkinan terburuk.

Ketenangan adalah senjata utama

Saat terjadi kesalahan teknis atau perubahan acara yang mendadak, ia terbiasa melakukan improvisasi tanpa merusak alur acara, memastikan audiens tetap merasa nyaman tanpa menyadari kendala yang terjadi di balik layar.

Tidak hanya di panggung fisik, ia juga melebarkan sayapnya di panggung digital.

Dengan catatan lebih dari 50 kolaborasi konten endorse, ia telah menjadi mitra bagi berbagai brand. 

Tantangan yang ia hadapi di sini adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara keinginan klien dengan identitas personalnya sebagai kreator. 

Melalui riset yang mendalam dan perencanaan konten yang matang, ia berhasil menciptakan konten yang tetap autentik namun tetap efektif dalam menyampaikan pesan brand.

Hal ini membuktikan bahwa ia memiliki ketajaman dalam manajemen konten dan komunikasi pemasaran yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Banyak mahasiswa yang terjebak pada pilihan antara aktif berorganisasi atau fokus pada akademik.

Namun, ia memilih jalan tengah yang disiplin. Baginya, prestasi akademik dan 
kegiatan luar kampus bukanlah dua hal yang saling bertolak belakang, melainkan saling 
mendukung. 

Dengan terlibat dalam kepanitiaan, organisasi, hingga mengambil program studi independen, ia belajar mengelola skala prioritas berdasarkan urgensi dan dampak.

Baginya, setiap kegiatan di luar kampus adalah sarana pengembangan diri yang justru memberikan konteks nyata pada apa yang ia pelajari di bangku kuliah.

Langkah beraninya untuk terjun ke dunia industri melalui program magang di PT Smelting Gresik dan studi independen di PT Djem Djaya Makmur sebagai Social Media Specialist telah memberikan perspektif baru baginya tentang dunia kerja yang sesungguhnya. 

Di sana, ia menyadari bahwa dunia profesional tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual atau keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga menuntut ketepatan komunikasi, kemampuan bekerja dalam tim, dan yang terpenting adalah attitude atau sikap kerja yang positif.

Pencapaian Datang Tidak Secara Instan

Rasa percaya diri yang ia tunjukkan saat berbicara di depan audiens beragam, termasuk saat menjadi narasumber di RRI Pro 2 Surabaya, adalah hasil dari jam terbang dan persiapan yang matang.

Ia memandang bahwa kegugupan adalah hal yang manusiawi, namun kuncinya adalah bagaimana mengelola kegugupan tersebut menjadi energi positif di depan publik.

Salah satu elemen penting yang selalu ia tekankan adalah pentingnya networking atau 
pembangunan jejaring.

Baginya, setiap orang yang ia temui dalam perjalanan kariernya adalah 
pintu menuju peluang baru. 

Motivasi terbesar Rahman untuk terus mengambil peluang baru baik di bidang penyiaran, manajemen acara, hingga kegiatan sosial dan CSR adalah keinginan untuk terus berkembang dan memberikan dampak nyata. 

Ia tidak ingin ilmunya hanya berhenti di dirinya sendiri, melainkan harus bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Semangat inilah yang membuatnya terus bergerak, melampaui batas kenyamanan mahasiswa pada umumnya.

Selain itu, ia juga memberikan pesan yang sangat relevan bagi generasi muda lainnya yang ingin memulai langkah serupa.

Ia mendorong rekan-rekan mahasiswanya untuk tidak takut memulai, meski dari hal yang paling kecil sekalipun.

"Mulailah dari hal kecil, jangan menunggu sempurna. Aktiflah mencari pengalaman, berani mencoba, dan konsisten membangun rekam jejak. Setiap pengalaman baik sebagai panitia, MC, duta, maupun magang akan menjadi nilai tambah jika dijalani dengan serius dan profesional," tutupnya.

(Gladistha Putri Dwi Gumilar/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.