Nelayan Asal Bunutan Bali Hilang Saat Melaut, Pencarian Sarem Hingga Selat Lombok
Putu Dewi Adi Damayanthi February 09, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Seorang nelayan asal Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali, I Nengah Sarem (68) tidak kunjung pulang dari melaut sejak, Jumat 6 Februari 2026. 

Pihak keluarga dan rekan nelayan berinisiatif mencari namun tak kunjung memberikan hasil.

Kemudian pihak keluarga dan rekannya melaporkan kejadian ini ke SAR. Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian hingga ke Selat Lombok. 

Namun hingga Minggu 8 Februari 2026, belum diketahui keberadaan dari Nengah Sarem.

Baca juga: LAGI Nelayan Hilang Saat Melaut, Nengah Sarem Belum Kembali, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian!

“Sampai pagi ini (Nengah Sarem) belum ditemukan,” ujar Perbekel Desa Bunutan, I Made Suparwatha, Minggu 8 Februari 2026.

Ia mengatakan, pencarian kembali dilakukan Tim SAR gabungan pada Minggu 8 Februari 2026 pagi, sejak pukul 07.00 Wita. 

Nelayan tersebut pamit ke keluarganya untuk melaut pada Jumat 6 Februari 2026, sekitar pukul 14.30 Wita. Hanya saja hingga Sabtu 7 Februari 2026 pagi, Nengah Sarem belum kembali pulang.

“Biasanya malamnya itu, Nengah Sarem sudah pulang dari melaut tapi sampai keesokan harinya tak kunjung kembali pulang,” kata Suparwatha.

Setelah kejadian ini dilaporkan oleh pihak terkait, Tim SAR Gabungan sudah melakukan upaya pencarian sejak Sabtu 7 Februari 2026. 

Pencarian difokuskan di perairan Bunutan hingga ke Selat Lombok. Namun tanda-tanda keberadaan Nengah Sarem tidak kunjung diketahui.

Tim SAR gabungan bahkan belum menemukan petunjuk seperti jukung yang digunakan oleh korban dan yang lainnya. 

“Tadi pagi proses pencariah sudah dilakukan. Semoga warga kami ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Suparwatha.

Sementara berdasarkan informasi dari Basarnas Bali, 6 personel dikerahkan pada pencarian hari pertama untuk pencarian Nengah Sarem. 

Selama proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi beberapa kendala seperti hujan, angin kencang hingga gelombang tinggi.

“Informasi adanya nelayan hilang kami terima Sabtu (7 Februari 2026) pada pukul 10.55 WITA dan langsung kami tindak lanjuti,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Sabtu 7 Februari 2026.

Petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Abang, Karangasem dan keluarga korban untuk bisa mempersiapkan pencarian. Sebanyak 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi dan tiba kurang lebih 12.30 WITA.

Dengan menggunakan rigid Inflatable boat (RIB) 4 personel dari tim SAR gabungan memulai penyisiran di seputaran lokasi biasanya korban melaut. 

“Info dari pihak keluarganya bahwa sudah melaksanakan pencarian dengan tiga jukung dengan 6 orang nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan jumlah 7 jukung menuju ke arah selatan Lombok,” jelas Nyoman Sidakarya.

Tim SAR gabungan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan I Nengah Sarem. 

“Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca mendung, angin kencang mencapai 10 KM per jam, air laut gelombang tinggi,” jelas koordinator lapangan, I Putu Handika Bhayangkara.

Rencananya operasi SAR kembali dilanjutkan Minggu 8 Februari 2026 pagi. 

Unsur SAR yang terlibat diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polairud Karangasem, Polair Polda Bali Pos Kubu, Pos AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Babinsa Desa Bunutan, BPBD Karangasem, Balawista Amed BPBD Karangasem, Bakamla Bali, Bhabinkabtibmas Desa Bunutan, Kadus Desa Bunutan, keluarga korban serta masyarakat nelayan setempat. (mit/zae)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.