Wasekjen Demokrat Buka-bukaan soal Pertemuan dengan Jokowi di Solo
taryono February 09, 2026 10:19 AM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Afriansyah Noor mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Jokowi di Kota Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (8/2/2026) siang. 

Melansir Tribunnews.com, Afriansyah yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI menegaskan, pertemuan itu sama sekali tidak membahas isu tudingan ijazah palsu Jokowi yang belakangan ramai menjadi sorotan publik.

"Kalau soal ijazah saya tidak bersinggungan sama sekali karena saya tahu persis ya, menurut keyakinan saya Pak Jokowi selama berproses melakukan proses politik terakhir sebagai presiden kan sudah melalui tahapan-tahapan."

"Jadi kalau soal ijazah itu ya saya tidak menyinggung sama sekali dan Pak Jokowi juga tidak menyinggung," kata Afriansyah.

• Suami di Lebong Bersandiwara Seusai Bunuh Istri yang Tengah Hamil

"Kebetulan saya sekarang di Wakil Sekjen Partai Demokrat, Pak Jokowi juga saya infokan," ungkap Afriansyah.

Sebelumnya sempat ramai tudingan bahwa Partai Demokrat ada di balik pusaran kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Namun tudingan itu dibantah tegas oleh Partai Demokrat.

Afriansyah juga mengungkap bahwa Jokowi sudah mengetahui bahwa Demokrat tidak terlibat dalam pusaran kasus tudingan ijazah palsu tersebut.

Profil Singkat Afriansyah Noor

Selain menjabat Wasekjen Demokrat, Afriansyah Noor saat ini juga masih menjabat Wakil Menteri Tenaga Kerja RI.

Pada September 2025 lalu, dia menggantikan Immanuel Ebenezer yang sebelumnya terjerat kasus pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Afriansyah Noor  lahir di Jambi, 20 April 1972.

Ia diketahui merupakan mantan ketua Brigade Hizbullah.

Menghabiskan masa kecil hingga remaja di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Afriansyah Noor merupakan alumnus Sekolah Dasar Negeri 5 Lubuk Linggau (1984).

Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Lubuk Linggau (1987) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Jambi (1990).

Selepas SMA, Afriansyah melanjutkan kuliah di Institut Sains dan Teknologi Nasional dan lulus pada 1997.

Sebelum lulus kuliah, Afriansyah pernah menjadi pengawas proyek PT Nusa Raya Cipta pada 1996.

Ia kemudian pernah menjadi direktur di beberapa perusahaan, yakni Direktur Operasional PT Harna Ruas Permai (1998-2000), Direktur Marketing PT Yosinesta Dwipratama (2004), Direktur Operasional PT Kamba 9 (2004-2005), Direktur Operasional PT Georai Pratama (2005), dan Direktur Pengamanan Aset & Penertiban DP3KK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) (2005-2008).

Di kancah politik, Afriansyah Noor bergabung dengan Partai Bulan Bintang (PBB) sejak 1998 dan dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Yusril Ihza Mahendra.

Namanya juga sempat mengisi posisi Sekretaris Jenderal PBB pada 6 Februari 2020 hingga 12 Juni 2024.

Pada 12 Juni 2024, Yusril yang saat itu masih menjabat sebagai Ketua Umum PBB mencopot Afriansyah Noor dari posisi Sekretaris Jenderal PBB.

Setelah itu, ia memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat.

Pada 23 Maret 2025, Afriansyah Noor ditunjuk sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Afriansyah Noor pernah mengisi posisi Wamenaker pada era Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Tepatnya pada 15 Juni 2022 hingga 20 Oktober 2024.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.