PSSI Kena Sanksi AFC Usai Timnas Futsal Indonesia Runner Up Piala Asia 2026, Ini Daftar Kesalahannya
Murhan February 09, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - PSSI kena sanksi dari badan tertinggi sepak bola Asia (AFC) usai Timnas Futsal Indonesia mencatat sejarah baru di Piala Asia Futsal 2026.

Diketahui, Timnas Futsal Indonesia sukses lolos ke final untuk pertama kalinya pada ajang Piala Asia Futsal.

Sayangnya, skuad Garuda gagal merengkuh trofi usai kalah dari Iran via adu penalti.

Namun, hasil ini merupakan pencapaian tertinggi Timnas Futsal Indonesia pada ajang Piala Asia Futsal sejak berpartisipasi pertama kali pada 2002.

Nah, di balik euforia tersebut, ada kabar buruk yang diberikan oleh AFC kepada PSSI.

Baca juga: Skor 9-10! Hasil Akhir Timnas Futsal Indonesia vs Iran, Takluk di Adu Penalti Final Piala Asia

AFC menjatuhkan sanksi cukup berat selama penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia.

Berdasarkan hasil sidang Komite Disiplin dan Etik AFC, ada dua momen pelanggaran yang dilakukan oleh PSSI.

Pertama terjadi pada laga Indonesia vs Korea Selatan pada 27 Januari dan Iran kontra Afganistan pada 1 Februari.

PSSI dianggap melanggar Pasal 65 tentang tanggung jawab atas perilaku penonton dan Pasal 64 terkait penyelenggaraan pertandingan.

Pelanggaran ini terjadi pada laga Indonesia kontra Korea Selatan.

Akibat pelanggaran tersebut, PSSI didenda total 11 ribu dolar AS atau setara Rp185 juta.

Sementara pelanggaran kedua terjadi pada laga terakhir Grup D antara Iran kontra Afganistan pada 1 Februari 2026.

PSSI dianggap melanggar Pasal 64 tentang penyelenggaraan pertandingan.

AFC menjatuhi sanksi denda sebesar 3 ribu dolar AS atau sebesar Rp50 juta.

PSSI harus membayar denda maksimal 30 hari sejak tanggal keputusan tersebut diterbitkan.

Total, PSSI harus membayar denda sebesar 14 ribu dolar AS atau Rp235 juta selama penyelenggaraan Piala Asia Futsal 2026.

SANKSI KOMDIS DAN ETIK AFC KEPADA PSSI 

1. Waktu Kejadian: Partai Grup A Piala Asia Futsal 2026, Indonesia vs Korea Selatan, 27 Januari 2026

Pelaku: Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)

Temuan AFC

  • Satu (1) orang yang berafiliasi dengan Tergugat memasuki area sekitar lapangan permainan dan/atau Area Akses Terkendali pada akhir Pertandingan tanpa memiliki perangkat akreditasi yang diperlukan.
  • Satu (1) penonton yang tergabung dalam Tergugat memasuki lapangan permainan setelah pertandingan.
  • Tergugat gagal memenuhi kewajibannya untuk: (i) mengambil setiap tindakan pencegahan keselamatan yang diperlukan sesuai dengan keadaan setelah pertandingan; dan (ii) memastikan bahwa ketertiban dan keamanan dijaga di stadion dan sekitarnya karena satu (1) penonton yang tergabung dalam Tergugat memasuki lapangan permainan setelah pertandingan.

Pasal Yang Dilanggar:

  • Delegasi Tim Resmi (Pasal 21, Peraturan Kompetisi Piala Asia Futsal AFC Indonesia 2026)
  • Tanggung Jawab atas Perilaku Penonton (Pasal 65, Kode Disiplin dan Etika AFC)
  • Penyelenggaraan Pertandingan (Pasal 64, Kode Disiplin dan Etika AFC)

Sanksi:

  • Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD3.000 karena melanggar Pasal 21.2 Peraturan Kompetisi Piala Asia Futsal AFC Indonesia 2026.
  • Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD3.000 karena melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 65.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
  • Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD5.000 karena melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
  • Total denda sebesar USD11.000 harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.

2. Waktu Kejadian: Laga Grup D Piala Asia Futsal 2026, Iran vs Afganistan, 1 Februari 2026

Pelaku: Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI)

Temuan AFC : 

  • Tergugat gagal memenuhi kewajibannya untuk: (i) mengambil setiap tindakan pencegahan keselamatan yang diperlukan sesuai dengan keadaan setelah pertandingan; dan (ii) memastikan bahwa ketertiban dan keamanan dijaga di stadion dan sekitarnya karena lima (5) penonton menyerbu lapangan permainan selama pertandingan.

Pasal Yang Dilanggar :

  • Penyelenggaraan Pertandingan (Pasal 64, Kode Disiplin dan Etika AFC)

Sanksi:

  • Federasi Sepak Bola Indonesia diperintahkan untuk membayar denda sebesar USD3.000 karena melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 64.1 Kode Disiplin dan Etika AFC.
  • Denda tersebut harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini dikomunikasikan sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etika AFC.

Hasil Indonesia

Mimpi Indonesia menjadi negara ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Asia Futsal pupus di detik terakhir drama adu penalti.

Setelah bermain 5–5 melalui pertandingan penuh tensi dan aksi heroik namun kalah saat adu penalti 4-5 skor akhir total 9-10.

Langkah Indonesia terhenti oleh eksekusi terakhir Iran. Meski gagal mengangkat trofi, skuad Garuda tetap mengukir sejarah: untuk pertama kalinya Indonesia menembus final dan memaksa raja Asia, Iran, hingga babak tos-tosan.

Setelah Israr membuat Indonesia unggul 5–4, Iran membalas hanya beberapa detik kemudian melalui sepakan Salar Aghapour yang memanfaatkan ruang kecil di sisi kiri pertahanan Indonesia.

Skor kembali 5–5, dan pertandingan dilanjutkan ke adu penalti sesuai regulasi final tanpa golden goal.

Jalannya laga, Indonesia mendapatkan peluang emas pertama di menit ke-3, ketika Rio Pangestu mendapat ruang tembak di depan garis penalti. 

Sepakannya mengarah keras ke pojok kiri, namun kiper Iran Bagher Mohammadi berhasil menepis bola dan menggagalkan peluang pembuka Garuda.

Hanya beberapa detik berselang, Indonesia lengah. Saat pertahanan fokus mengawal pergerakan pemain lain, Hossein Tayebibidgoli (Tayebi) menyelinap bebas di tiang jauh dan menyontek bola ke gawang kosong. Iran memimpin cepat 1-0 di menit ke-3.

Iran terus menekan. Saeid Ahmad Abbasi sempat mengancam lewat sepakan menyilang yang melebar tipis dari gawang Ahmad Habiebie, yang tampil penuh tekanan di awal laga.

Namun Indonesia menjawab dengan mental juara. Pada menit ke-7, sepakan Habibie yang ditepis Mohammadi memantul liar di depan gawang. Reza Gunawan, yang masuk sebagai rotasi cepat, bergerak sigap dan menyambar bola muntah untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Belum sempat Iran menata ritme, Indonesia menghukum lagi. Semenit berselang (8’), Habibie melepaskan bola panjang akurat ke depan gawang Iran. Israr Megantara menang duel dengan pivot lawan dan melakukan sontekan halus yang membuat Mohammadi mati langkah. Indonesia berbalik unggul 2-1.

Ledakan Garuda belum berhenti. Pada menit ke-9, Indonesia kembali membuat Iran terkejut. Dari situasi build-up cepat, satu pemain Indonesia melepaskan tembakan jarak jauh keras yang tak mampu dijangkau Mohammadi, mengubah skor menjadi 3-1.

Iran tertekan. Indonesia—yang mengandalkan perpaduan pressing agresif, bola panjang efektif, dan transisi cepat—tampil sangat klinis memanfaatkan setiap momentum.

Hingga menit ke-10, papan skor menunjukkan:

Start impian untuk Timnas Futsal Indonesia di final terbesar sepanjang sejarah mereka di babak pertama itu.

Hingga menit ke-13, Indonesia masih mampu mempertahankan keunggulan 3-1 atas Iran. Tekanan tetap diberikan skuad Merah Putih melalui sepakan keras Syauqi Saud yang memaksa kiper Iran menepis bola liar.

Ardiansyah yang menyambar bola pantul tersebut belum beruntung karena tembakannya melambung tipis di atas mistar.

Hampir saja Indonesia menambah gol setelah Firman Adriansyah menyelinap dari ruang sempit untuk menyambar bola hasil skema tendangan sudut, namun sepakannya masih melebar tipis.

Iran sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi senior mereka, Saeid Ahmad Abbasi. Ia menguasai bola dengan leluasa dan menaklukkan Ahmad Habiebie lewat sepakan jarak dekat.

Namun Indonesia langsung meminta Challenge lewat tayangan ulang, meyakini bola lebih dulu keluar lapangan ketika Abbasi melakukan drag-back. Setelah peninjauan, wasit menyatakan bola memang keluar sehingga gol dianulir. Skor tetap 3-1 untuk Indonesia.

Petaka hampir datang setelah Indonesia mencatat enam pelanggaran dan memberikan second penalty bagi Iran. Namun Habiebie tampil heroik dengan menepis tembakan pemain Iran, membuat Indonesia Arena bergemuruh.

Memasuki sisa satu setengah menit, Iran mendapat tendangan bebas setelah Habibie terlalu lama memegang bola di dekat area tengah.

Mahdi Karimi menjadi algojo dan melepaskan sepakan kaki kiri yang menembus sela pagar betis Indonesia. Habiebie yang sudah terkecoh tak mampu membendung bola dan skor berubah menjadi 3-2.

Tak ada gol tambahan hingga babak pertama berakhir. Indonesia menutup 20 menit awal dengan keunggulan tipis 3-2 atas juara bertahan, membuat tensi duel final semakin panas memasuki babak kedua.

Di babak kedua

Iran langsung tampil agresif sejak menit awal babak kedua. Tekanan bertubi-tubi dilepaskan melalui kombinasi Mahdi Karimi dan Saeid Ahmad Abbasi yang beberapa kali memaksa Ahmad Habiebie bekerja ekstra keras di bawah mistar. Meski peluang datang silih berganti, Indonesia masih mampu meredamnya dengan blok dan organisasi bertahan yang rapi.

Tekanan Iran akhirnya berbuah hasil melalui situasi kick-in yang menembus celah pertahanan Indonesia. Saeid Ahmad Abbasi kembali menjadi momok, memanfaatkan ruang terbuka dan menyontek bola ke tiang jauh tanpa bisa dijangkau Habiebie. Skor berubah 3-3.

Tak butuh lama bagi Indonesia merespons. Kesalahan build-up Iran membuat bola lepas di area sendiri, dan Samuel Eko langsung menghukum blunder tersebut lewat sepakan keras yang mengubah skor menjadi 4-3 untuk Indonesia pada menit ke-4 babak kedua. Suasana Indonesia Arena kembali menggema.

Iran meningkatkan intensitas tekanan untuk mencari gol balasan. Dua kali tembakan pemain Iran membentur mistar gawang, membuat Indonesia benar-benar beruntung dalam situasi genting. Habibie, yang sudah mati langkah pada satu kesempatan, terselamatkan oleh tiang gawang yang menjadi “penolong” kedua Indonesia selain pertahanan solid.

Kurang dari tiga menit menuju akhir pertandingan waktu normal, Iran akhirnya menyamakan kedudukan. Mahdi Karimi melepaskan tembakan terukur dari sisi kiri yang menembus sela kaki pemain bertahan dan melesak ke pojok gawang Habiebie. Skor berubah menjadi 4-4, membuat tensi final kembali memuncak.

Hanya 30 detik setelah gol tersebut, Indonesia kembali berada di ujung tanduk ketika sepakan keras Iran menghantam tiang gawang lagi — untuk ketiga kalinya di babak ini. Indonesia benar-benar diuji secara mental di penghujung pertandingan.

Pertandingan Berlanjut ke Extra Time

Di babak tambahan, peluang emas Indonesia datang dari Rio Pangestu memanfaatkan umpan Habiebie, namun tembakannya melenceng.

Dua menit sebelum extra time kedua berakhir, Israr Megantara mencetak gol penentu dengan sontekan ke sudut tiang jauh, membawa Indonesia unggul 5-4. Iran terus menekan, namun beberapa tembakan membentur mistar gawang.

Sementara Habiebie dan pertahanan Indonesia tampil disiplin. Beberapa detik kemudian, Iran kembali menyamakan skor melalui Salar Aghapour, menutup extra time dengan skor 5-5.

Setelah adu penalti, Indonesia kalah 11-10.

(Banjarmasinpost.co.id/Bolasport.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.