Tribunlampung.co.id, Bekasi - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto diancam pakai golok dan dimaki-maki seorang pria.
Orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut langsung berusaha menenangkan warga tersebut.
Melansir Warta Kota, peristiwa itu terjadi saat Tri Adhianto sedang melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Teluk Pucung, Bekasi Utara, Jawa Barat.
Di video yang beredar, pengancaman itu tampak jelas diarahkan ke orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut.
Saat itu Tri Adhianto datang bersama Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo Wahyu Bintoro dan Dandim 05/07 Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan.
Baca juga: Seusai Warga Gogoh Lele, DPRD Pringsewu Minta Pemda Bertindak Cepat
Peristiwa pada Minggu (8/2/2026) itu bermula ketika sejumlah petugas menertibakan reklame di sebuah tempat penyimpanan kelapa.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang saat itu mengenakan baju merah dan langsung melakukan perlawanan hingga mengumpat.
Setelah itu laki-laki tersebut masuk ke sebuah ruko dan mengambil sebilah golok sambil berjalan ke arah rombongan Wali Kota dan mengancam Tri Adhianto.
Tri Adhianto yang melihat kejadian itu lalu menjauh dari lokasi.
Polisi mencoba menenangkan orang tersebut.
Tri Adhianto mengatakan, penertiban tersebut dilakukan dengan imbauan terlebih dahulu.
"Tugas saya memastikan negara hadir untuk menegakkan aturan," kata Tri Adhianto saat dikonfirmasi Senin (9/2/2026).
Meski begitu, Tri Adhianto tidak khawatir dengan ancaman tersebut.
Ia hanya khawatir terjadi pembiaran ketika masyarakat melanggar peraturan.
"Saya bukan khawatir pada goloknya tetapi khawatir jika masyarakat sering melanggar peraturan dan ini akan menjadi kebiasaan, lama-lama jadi pembiaran hingga para pelanggar merasa dirinya paling benar," jelasnya.
Ketika pelanggar merasa benar, justru berpotensi menimbulkan kemarahan saat dilakukan penertiban.