Strategi Dollar-Cost Averaging untuk Investasi Crypto Jangka Panjang
Dayu Akbar February 09, 2026 04:34 PM

Investasi crypto menawarkan potensi keuntungan besar, namun volatilitas harga sering membuat investor bingung menentukan waktu terbaik untuk membeli.

Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) hadir sebagai solusi sederhana yaitu menyisihkan dana dengan jumlah tetap secara rutin tanpa perlu menebak timing pasar. Dengan cara ini, investor bisa berinvestasi konsisten dan disiplin untuk tujuan jangka panjang.

Apa Itu DCA dan Cara Kerjanya

DCA adalah strategi membeli aset secara berkala dengan nominal tetap, baik mingguan maupun bulanan, tanpa peduli harga. Tujuannya adalah menekan risiko salah timing dan menurunkan rata-rata harga beli. Misalnya, dibanding membeli Bitcoin sekaligus di harga $50.000, membagi dana ke beberapa periode bisa menghasilkan harga rata-rata lebih rendah dan jumlah aset lebih banyak.

Manfaat DCA untuk Crypto

Strategi ini membantu:
- Mengurangi risiko membeli di harga puncak.
- Menurunkan rata-rata biaya per unit aset.
- Membentuk kebiasaan investasi rutin layaknya menabung.
- Mengurangi pengaruh emosional dalam keputusan investasi.

Dengan DCA, investor membeli lebih banyak unit saat harga turun dan lebih sedikit saat harga naik, sehingga portofolio tumbuh lebih stabil dalam jangka panjang.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski efektif, DCA tidak melindungi dari pasar turun berkepanjangan. Nilai portofolio tetap bisa tertekan. Selain itu, ada opportunity cost: investor bisa kehilangan potensi keuntungan besar jika harga langsung melonjak setelah mulai berinvestasi. Karena itu, diversifikasi tetap penting agar risiko lebih terkelola.

DCA vs Lump-Sum Investing

Lump-sum investing berarti menaruh modal besar sekaligus. Strategi ini bisa memberi keuntungan besar jika harga langsung naik, tetapi berisiko tinggi jika salah timing. DCA lebih aman bagi investor dengan modal terbatas karena membantu meratakan harga beli dan menekan risiko volatilitas.

Tips Memilih Aset untuk DCA

Sebelum memulai, perhatikan:
- Ketahanan aset: pilih crypto dengan rekam jejak panjang seperti Bitcoin atau Ethereum.
- Tren pasar: cek sentimen di media sosial dan komunitas.
- Metriks utama: volume perdagangan, likuiditas, dan riwayat harga.

Platform DCA di Indonesia

Investor kini lebih mudah menerapkan strategi ini berkat fitur Auto DCA di aplikasi Pintu. Dengan Auto DCA, pembelian aset bisa dijadwalkan otomatis harian, mingguan, atau bulanan. Bahkan tersedia Auto DCA Multiple Assets, sehingga dana bisa dibagi ke beberapa crypto sekaligus, misalnya 60% BTC, 20% ETH, dan 20% XRP. Fitur ini membantu membangun portofolio jangka panjang secara konsisten tanpa repot.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.