Petani Sayur di Kabupaten Bangka Keluhkan Harga Jual Murah, Fery Insani Janji Cari Solusi
Ajie Gusti Prabowo February 09, 2026 04:50 PM

SUNGAILIAT, BABEL NEWS - Bupati Bangka, Fery Insani memastikan telah melihat video viral petani sawi yang mengeluhkan harga jual murah. Belakangan diketahui, video tersebut berlokasi di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

"Apakah memang pasokannya banyak, ataukah mungkin permintaannya tidak banyak, sebetulnya inilah maksud Pak Presiden itu," ucap Fery Insani, Kamis (5/2).

Dirinya tidak tahu pasti apakah sawi termasuk sayuran yang memiliki durability (daya tahan-red) cukup lama seperti wortel dan lain-lain. "Karena bagamaina pun SPPG ini harus kita jaga, jangan sampai barang-barang yang gampang layu," jelasnya.

Diakuinya, Presiden RI bermaksud ingin menjadikan program MBG ini untuk menumbuhkan ekosistem ekonomi baru. "MBG itu jadi pemantik agar masyarakat sekitar dapat berjualan," ujarnya.

Disinggung soal harga sawi yang anjlok di tingkat petani, Fery Insani mengatakan, pihaknya coba melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Menurutnya, komoditas sayur berbeda halnya komoditas penyangga seperti bahan pokok layaknya beras dan lain-lain.

"Makanya nanti kita cari tahu, apakah mereka over supply (kelebihan pasokan-red), apakah demand-nya (permintaannya-red) lemah," tuturnya.

Ia pun akan mengecek hal itu walaupun tidak bisa melakukan intervensi lantaran hal itu adalah mekanisme pasar. "Paling nanti kita coba lihat nih, kenapa dibeli murah. Kalau bisa nanti kita cari pembeli dari SPPG atau seperti apa nanti tata niaganya," jelasnya.

Kemudian, perihal keluhan harga pupuk dan racun (pestisida) yang mahal, Fery Insani menjelaskan, saat ini kondisi keuangan daerah terbatas sehingga tidak bisa melakukan subsidi. "Intervensi pemerintah itu, misalnya kalau kita lagi banyak uang kayak kemarin-kemarin, kita mungkin boleh saja subsidi pupuk. Subsidi pupuk ini boleh kepada petani sayur seperti itu. Tapi karena keuangan kita terbatas, yang jelas kami sangat respon, nanti kita cek apa masalahnya," tegasnya.

Sebelumnya, potongan video berdurasi 1 menit 8 detik beredar di jejaring internet. Video dari akun Tiktok @air.labul.labu diposting pada Rabu (4/2) dan sudah ditonton lebih dari 70 ribu kali. 

Video itu menampilkan seseorang baju hitam dan bertopi merah menebas sawi yang ditanam. Dia mengayunkan golok panjang di tangannya dan menebas tanaman sawi yang masih hijau-hijau.

Sementara suara pria perekam video mengungkapkan keluh kesah dan menjelaskan kondisi yang dihadapi. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Bupati, Pak Gubernur kita yang terhormat, inilh nasib petani sayur sawi, Pak Gubernur," ucap pria perekam video tersebut.  

Pria perekam itu juga menyebut bahwa racun dan pupuk mahal dan harga jual sawi yang murah. Di video tersebut, dia juga menyebut nama Bupati Bangka, Fery Insani. "Pupuk mahal, racun juga mahal, inilah nasibnya, harga murah. Tolong perhatikan Pak Bupati, Pak Bupati yang terhormat, Pak Fery Insani, tolong perhatikan petani sayur ini," jelasnya.

Dirinya juga turut mempertanyakan soal program makan bergizi gratis (MBG) yang dikatakannya butuh sawi dari produk lokal. "MBG-nya mana, katanya MBG-nya butuh sawi-sawi untuk produk lokal. Ternyata di mana-mana enggak ada, nasib petani menangis," ucapnya.

Berulang kali pula dia meminta bupati untuk memperhatian nasib petani sayur seperti dirinya. "Inilah nasib kami Pak Bupati, nah sawinya sampai ditebas-tebas sampai begini Pak Bupati. Nasib kami ini malang benar Pak Bupati, harga murah, pupuknya mahal. Selesailah sudah kita, macam mana kita mau cari makan kalau begini Pak Bupati, harga sawi anjlok semuanya, tolong perhatikan ini Pak Bupati," ungkapnya. (u2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.