SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, memberikan pesan khusus yang menohok bagi para pemain muda, termasuk mereka yang kini menimba ilmu di akademi Persebaya Future Lab.
Pernyataan ini dilontarkan sang juru taktik usai timnya mencuri kemenangan penting di kandang Bali United, Gianyar, Bali.
Pelatih asal Portugal itu kembali menegaskan, bahwa pemain muda dan senior memiliki kesempatan yang sama rata untuk merumput di lapangan hijau.
Menurut Bernardo Tavares, tidak ada anak emas dalam skuadnya. Salah satu syarat mutlak untuk masuk dalam kesebelasan utama adalah berlatih keras dan menunjukkan kualitas nyata, baik dalam sesi latihan maupun saat pertandingan berlangsung.
Baca juga: Hasil Bali United Vs Persebaya: Bajul Ijo Menang 3-1, 13 Laga Unbeaten!
Bernardo Tavares tidak sekadar berteori. Ia memberi contoh nyata lewat kesempatan yang diberikan kepada Alfan Suaib.
Pemain berusia 21 tahun itu, akhirnya mendapat kesempatan debut di era kepelatihan Bernardo Tavares ketika Persebaya menang telak 1-3 dari tuan rumah Bali United pada 7 Februari 2026.
Dalam laga sengit tersebut, Alfan Suaib yang sebelumnya lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan, masuk menggantikan Dimas Wicaksono pada menit ke-46. Keputusan ini terbukti jitu.
Hanya butuh waktu sekitar 22 menit di lapangan, tepatnya pada menit ke-68, Alfan Suaib langsung mencetak gol dengan memanfaatkan umpan matang dari Rivera. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-2 dan menjadi titik balik kepercayaan diri tim.
Ketika diberikan kesempatan, Alfan Suaib menjawab kepercayaan pelatih secara baik dengan pembuktian mencetak satu gol krusial.
Baca juga: Skor Bali United Vs Persebaya 1-3: Komentar Tavares Usai Bungkam Tuan Rumah
Melihat fenomena ini, Bernardo Tavares langsung mengirimkan sinyal kepada seluruh pemain muda Bajul Ijo. Ia ingin mentalitas pantang menyerah seperti Alfan ditiru oleh junior-juniornya.
"Pesan untuk semua pemain Persebaya yang ada di akademi, di sini ada pemain (Alfan Suaib) yang sebelumnya tidak mendapatkan menit bermain," kata Bernardo Tavares tegas.
"Dan ketika dimainkan langsung mencetak gol," tambahnya mengapresiasi efektivitas sang pemain.
Bernardo Tavares memang dikenal sebagai pelatih yang gemar memberi kesempatan kepada pemain muda atau wonderkid. Ia tidak segan mempromosikan pemain muda dari akademi ke tim senior dan langsung memberi kesempatan bermain di laga-laga krusial.
Kebiasaan positif ini sudah dilakukan pelatih berusia 44 tahun itu ketika ia selama tiga musim melatih PSM Makassar. Publik sepak bola nasional tentu ingat nama-nama berikut yang diorbitkan oleh tangan dinginnya:
Kini di Persebaya, Bernardo Tavares secara tegas akan tetap mengulangi kebiasaannya itu. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pemain muda akademi Persebaya untuk segera naik kelas.
"Pesan untuk semua yang ada di akademi. Tunjukkan bakat kalian, nanti setelah diberikan kesempatan memanfaatkan peluang. Anda bisa seperti Alfan Suaib," pungkas Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares adalah pelatih berlisensi UEFA Pro yang dikenal memiliki filosofi sepak bola agresif dan mengandalkan kolektivitas tim dibanding kebintangan individu. Saat membawa PSM Makassar juara Liga 1, ia banyak mengandalkan pemain muda jebolan akademi yang sebelumnya tidak dikenal publik.
Sementara itu, Persebaya Future Lab adalah departemen khusus di Persebaya yang fokus pada pengembangan talenta muda, analisis data dan sport science. Sinergi antara filosofi Bernardo Tavares dan output dari Future Lab diharapkan mampu melahirkan bintang-bintang baru bagi Timnas Indonesia di masa depan.
Bagi Anda para pesepak bola muda yang ingin menembus skuad utama profesional, berikut beberapa hal yang bisa dipelajari dari kasus Alfan Suaib: