Lubang Raksasa Rusak Lahan Pertanian, Warga Berharap Ada Kompensasi 
Budi Fatria February 09, 2026 05:50 PM

 

 

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara|Aceh Tengah

Tribungayo.com, TAKENGON - Fenomena lubang raksasa atau sinkhole di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, kian meluas. 

Luasan lubang yang terbentuk akibat pergerakan tanah itu kini mencapai sekitar 30.000 meter persegi atau setara tiga hektar. 

Selain memutus akses jalan utama, pergerakan tanah juga mulai merusak lahan pertanian milik warga di sekitar lokasi.

Kondisi di Kecamatan Ketol semakin mengkhawatirkan seiring tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir yang memicu pelebaran lubang. Area tersebut kini telah ditetapkan sebagai zona merah.

Warga yang memiliki lahan di sekitar lokasi mengaku cemas karena lahan yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka hilang akibat longsoran tanah.

Baca juga: Tinjau Lubang Raksasa di Aceh Tengah, Menteri PU Tegaskan Hal Ini

Ini Tuntutan Warga

Edi Syaputra salah seorang warga setempat mengatakan lahan perkebunan miliknya terdampak longsor hingga mencapai lima rante.

Menurutnya, lahan milik sejumlah warga lainnya juga mengalami kerusakan serupa.

"Lahan kebun saya yang terdampak longsor sekitar lima rante. Bukan hanya saya, kebun warga lain juga banyak yang rusak. Rata-rata yang terdampak itu tanaman cabai,” ujar Edi, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, tanaman yang terdampak longsoran tanah tersebut mayoritas merupakan tanaman cabai.

Warga yang lahannya terdampak fenomena lubang raksasa ini telah melaporkan kejadian tersebut kepada aparatur pemerintah desa untuk dilakukan pendataan. 

Baca juga: Menteri PU Dody Kaget Suara Dentuman Tanah Saat Tinjau Lubang Raksasa Mirip Sinkhole di Aceh Tengah

Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serta kepastian kompensasi atas lahan yang kini tidak lagi dapat digarap.

Telah Dilakukan Pendataan

Sementara itu, Kepala Desa Pondok Balik, Aliyono, menyampaikan bahwa aparatur desa telah melakukan pendataan terhadap lahan warga yang terdampak longsoran akibat lubang raksasa tersebut. Hasil pendataan itu juga telah dilaporkan kepada pihak kecamatan hingga pemerintah daerah.

Aliyono menyebutkan, berdasarkan data sementara, luas lahan perkebunan warga yang terdampak mencapai sekitar 30.000 meter persegi atau tiga hektar. 

Saat ini, tim dari Badan Geologi serta Kementerian Pekerjaan Umum telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan analisis struktur tanah guna mencegah dampak yang lebih luas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.