Pembunuhan Pengantin Muda di Lebong, Istri Hamil Dibunuh Suami karena Dendam Rumah Tangga
M Zulkodri February 09, 2026 06:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Tragedi pembunuhan keji mengguncang Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Seorang pengantin muda bernama Aulia Zakrike (19) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kamis siang (5/2/2026).

Korban diduga kuat dibunuh oleh suaminya sendiri, Oga Yunanda (23), yang baru menikahinya sekitar tiga bulan lalu.

Ironisnya, saat kejadian Aulia diketahui tengah mengandung atau hamil.

Motif Pembunuhan karena Sakit Hati

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa aksi pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati dan dendam yang telah lama dipendam oleh pelaku terhadap korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” ujar AKP Darmawel, melansir TribunBengkulu.com.

Menurut keterangan penyidik, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi ekonomi tersebut kerap memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga pasangan muda ini.

Bahkan, pihak keluarga korban sempat meminta agar Oga kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sambil mencari pekerjaan.

Rumah Tangga Kerap Diwarnai Cekcok

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga keduanya juga sering diwarnai pertengkaran.

Sejumlah perkataan dan perlakuan yang diterima pelaku disebut terus menumpuk hingga menjadi dendam mendalam.

“Pelaku mengaku sakit hati karena permasalahan keluarga, sehingga memicu dendam,” lanjut AKP Darmawel.

Puncaknya, pelaku nekat melakukan aksi kejam dengan menghabisi nyawa istrinya menggunakan pisau dapur.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, saat kejadian rumah dalam kondisi sepi.

Kedua orang tua korban sedang bekerja, ibu korban mengajar di sekolah, sementara ayahnya berjualan di pasar.

Diduga, sebelum kejadian sempat terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban.

Pelaku kemudian mencekik leher korban, lalu menggorok leher korban hingga menyebabkan luka fatal di bagian tenggorokan.

Korban ditemukan tergeletak di dalam kamar dengan kondisi bersimbah darah.

Pelaku Sempat Beri Keterangan Palsu

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat peristiwa terjadi korban berada seorang diri di rumah.

Menariknya, suami korban diketahui tidak tinggal serumah beberapa hari sebelumnya dan pulang ke rumah orang tuanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Oga menghubungi ayah mertuanya dan mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.

Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah.

Sesampainya di rumah, ia mendapati Aulia telah meninggal dunia di dalam kamar dengan luka sayatan di leher serta darah berceceran.

Ayah korban sempat memberi tahu menantunya bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan kondisi sebenarnya.

Tak lama kemudian, Oga datang bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia.

Kondisi kamar yang berantakan serta luka-luka di tubuh korban menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

Kondisi Korban Sangat Mengenaskan

AKP Darmawel Saleh mengungkapkan, kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan. Pada bagian leher terdapat luka sayatan yang cukup parah.

“Batang tenggorokan korban nyaris putus. Selain itu, ditemukan bekas cengkeraman kuku di sekitar leher korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

“Korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelumnya. Kondisi mayat sudah mulai kaku,” jelas Darmawel.

Ditemukan oleh Ayah Kandung

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas Aipda Syaiful Anwar, menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya sepulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.

Saat masuk ke kamar anaknya, sang ayah menemukan korban dalam posisi telentang dengan leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur.

“Korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah,” jelas Syaiful.

Pelaku Diamankan Polisi

Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan visum dan autopsi. Sementara itu, pelaku berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan dan kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKP Darmawel.

Leher Ada Luka Sayatan

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.

Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.

Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.

"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Perkiraan Waktu Kematian Korban

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.

Kronologi Kejadian

Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.

Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.

Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.

Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil. 

Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.

Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.

Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang. 

"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful. 

Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.

Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut. 

Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.

Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi. 

"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful. 

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.

Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir. 

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful.

Kasus pembunuhan pengantin muda ini masih dalam penanganan intensif Polres Lebong. Polisi terus mendalami motif serta melengkapi berkas perkara untuk proses hukum selanjutnya.

TribunBengkulu.com/Bangkapos.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.