TRIBUNJAMBI.COM – Komposisi pengangguran di Provinsi Jambi pada November 2025 masih didominasi oleh lulusan perguruan tinggi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi yang dirilis dan dikutip pada Minggu (8/2/2026) menunjukkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi berasal dari tamatan universitas, yakni sebesar 6,97 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kelompok pendidikan lainnya.
Untuk lulusan Diploma I, II, dan III serta Sekolah Menengah Atas (SMA), TPT masing-masing tercatat di angka 4,86 persen.
Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) justru menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran paling rendah, yakni 2,78 persen.
Secara umum, kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Jambi menunjukkan tren yang membaik.
Jumlah angkatan kerja pada November 2025 tercatat mencapai 1,94 juta orang.
Baca juga: Tiga Kabupaten Diusulkan Dimekarkan, Pemprov Jambi Tunggu Pencabutan Moratorium
Baca juga: Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 1, Cek Disini Rekening KKS Pertama Menerima
Angka ini bertambah sekitar 5,26 ribu orang dibandingkan posisi Agustus 2025.
Dari total tersebut, sebanyak 1,86 juta orang tercatat bekerja.
Jumlah penduduk yang bekerja meningkat 8,38 ribu orang dalam periode yang sama.
Di sisi lain, jumlah pengangguran mengalami penurunan sebanyak 3,12 ribu orang menjadi 79,22 ribu orang.
BPS mencatat TPT secara keseluruhan berada di angka 4,08 persen.
Persentase itu turun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Meski demikian, kesenjangan masih terlihat pada sejumlah kelompok penduduk.
TPT perempuan tercatat sebesar 4,9 persen.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki yang berada di level 3,62 persen.
Berdasarkan klasifikasi wilayah, TPT di daerah perkotaan tercatat sebesar 4,47 persen.
Nilai itu lebih tinggi dibandingkan wilayah perdesaan yang berada di angka 3,83 persen.
Namun jika dibandingkan dengan Agustus 2025, TPT perkotaan mengalami penurunan cukup tajam.
Penurunannya mencapai 1,09 persen poin.
Sebaliknya, TPT di wilayah perdesaan justru mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen poin.
Dari sisi partisipasi kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada November 2025 berada di angka 68,32 persen.
Angka tersebut turun tipis sebesar 0,05 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
TPAK laki-laki tercatat jauh lebih tinggi, yakni mencapai 85,89 persen.
Sementara itu, TPAK perempuan berada di angka 50,23 persen.
BPS juga mencatat adanya peningkatan proporsi pekerja di sektor formal.
Sebanyak 808,9 ribu orang atau sekitar 43,5 persen dari total pekerja berada di sektor formal.
Persentase tersebut meningkat 2,24 persen poin dibandingkan Agustus 2025.
Lapangan usaha yang mencatat penambahan tenaga kerja terbesar adalah sektor pengangkutan dan pergudangan.
Sektor tersebut menyerap tambahan sekitar 3,72 ribu pekerja.
Selain itu, persentase setengah pengangguran tercatat turun cukup besar.
Penurunannya mencapai 18,98 persen poin.
Jumlah pekerja paruh waktu juga mengalami penurunan sebesar 5,37 persen poin.
Kondisi ini mengindikasikan adanya perbaikan dalam kualitas pekerjaan di Provinsi Jambi.