Albahori Raih Gelar Doktor Cumlaude di Universitas Moestopo, Soroti Integritas Moral Pemilu Digital
Yandi Triansyah February 09, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Albahori, resmi menyandang gelar Doktor (Dr) Administrasi Publik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, Sabtu (7/2/2026). 

Suami dari pengusaha sekaligus politisi Sumsel, Lucianty, ini lulus dengan predikat Cumlaude.

Dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Mohammad Saifulloh, Albahori berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Tahapan Pemilu Berbasis Digital Di Sumsel Tahun 2024”.

Dalam penelitian disertasinya, Dr Albahori menyebut perbaikan harus dilakukan di sistem pemilu Indonesia  jika dilaksanakan lagi dalam Pemilu mendatang, dengan dimensi moralitas dan etika sebagai prasyarat kebijakan publik. 

Kecanggihan teknologi kata dia, hanya efektif bila didukung integritas, transparansi dan akuntabilitas penyelenggara sejalan konsep Luber Jurdil. 

Sidang promosi doktor yang dipimpin langsung Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. H. Mohammad Saifulloh, S.Sos., M.Si., serta didampingi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Dr. Riyantori M.Si, dan Ketua Program Studi Doktoral, Dr. Panji Sukmana, Ph.D., M.Si.

Disertasi tersebut dinilai memiliki relevansi tinggi dengan dinamika demokrasi kontemporer, khususnya dalam menjawab tantangan digitalisasi tahapan pemilu di Indonesia. 

Penelitian ini juga dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan publik dan tata kelola pemilu yang lebih transparan, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sidang promosi doktor tersebut melibatkan jajaran akademisi dan pakar lintas disiplin ilmu. Hadir sebagai Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Dr. Ryantori, M.Si., yang turut memberikan penilaian akademik terhadap kualitas disertasi. 

Adapun Dewan Penguji terdiri dari Dr. Ir. Triyuni Soemartono, M.M., Prof. Dr. Luki Kurni, AK, M.M., dan Prof. Dedeh Maryani, M.M. Sementara itu, proses akademik promovendus didampingi oleh tim promotor yang berkompeten, yakni Promotor: Prof. Dr. Sunarto, M.Si. Co-Promotor I yakni Dr. R. M. Gatot Heri Djatmiko, S.E., M.M., M.Si. Kemudian, Co-Promotor II adalah Dr. Hery Rachmatsyah, M.M., M.Si.

Dihadiri Tokoh Nasional dan Pejabat Negara.

Sidang terbuka promosi doktor ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari politik, TNI-Polri, hingga birokrasi pemerintahan. Dari unsur politik nasional hadir Dr. Mulyono, M.Si, Sekjen Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), serta Ir. Lucianty, SE yang notabene adalah istri Dr. Albahori.

Refleksi Akademik dan Pengabdian    

Dalam pernyataan usai sidang, Dr. Albahori  mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian akademik yang diraih, setelah menempuh pendidikan doktoral selama tiga tahun sejak 2022, di usia 61 tahun dan lulus dalam usia 64 tahun.    

Ia menegaskan bahwa perjalanan akademik tersebut bukanlah proses yang mudah, mengingat tahapan pendidikan doktoral harus dilalui melalui beberapa fase ujian ketat, mulai dari ujian kualifikasi, kelayakan, ujian tertutup, hingga sidang terbuka promosi doktor. 

Menurutnya, capaian gelar doktor ini menjadi bukti bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia, melainkan ditentukan oleh kemauan, konsistensi, dan semangat untuk terus berkembang.

Ia berharap, gelar doktor yang diraihnya tidak sekadar menjadi simbol akademik, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai modal intelektual untuk berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik, khususnya dalam penguatan demokrasi dan pelayanan publik berbasis digital nasional atau wilayah Sumatera Selatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.