Pegiat Pariwisata Soroti Amanda Lucson Terpilih Wakili Sulbar, Bukan Representasi Wanita Mandar
Ilham Mulyawan February 09, 2026 07:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pegiat pariwisata Sulbar, Rifai Sahida melayangkan kritik, terhadap terpilihnya Amanda Lucson sebagai representasi perempuan Mandar pada pemilihan perwakilan Sulawesi Barat (Sulbar) di ajang Puteri Indonesia 2026.

Rifai menyoroti dua poin utama, rekam jejak digital sang finalis dan minimnya upaya promosi terhadap potensi daerah Sulawesi Barat sebelum terpilih.

Persoalan Rekam Jejak dan Representasi "Mala'bi"

Baca juga: Personel Polda Sulbar Bripda Muh Risaldi Raih Medali Emas Piala Gubernur Sulsel

Baca juga: Polisi Buru 8 Pelaku Pengeroyokan Pemuda di Polman Saat Melintas Bersama Teman Wanitanya

Rifai menegaskan ajang Puteri Indonesia bukan sekadar kompetisi kecantikan, melainkan wadah bagi role model yang harus menginspirasi. 

Ia menyampaikan kekhawatiran masyarakat terkait rekam jejak Amanda yang sempat diwarnai kontroversi di media sosial.

"Jika perwakilannya memiliki rekam jejak yang kurang baik, tentu ini menjadi atensi bagi kami dan juga pemerintah," ujar Rifai, kepada Tribun-Sulbar.com, Senin (9/2/2026).

Menurutnya penting filosofi To Mala'bi (orang yang mulia/anggun) dan To Baine Mandar (perempuan Mandar) seharusnya melekat pada diri setiap perwakilan Sulbar. 

Rifai berharap Amanda mampu merepresentasikan sikap Mala’bi Kedo (santun dalam perbuatan) dan Mala’bi Pau (santun dalam tutur kata).

Minim Promosi Sulawesi Barat

Sebagai selebriti yang berkarier di Jakarta, Amanda juga dikritik karena dianggap kurang menunjukkan kedekatan emosional dengan Sulawesi Barat. 

Rifai menyayangkan tidak adanya unggahan atau konten promosi pariwisata Sulbar di media sosial pribadi Amanda sebelum ia mendaftar dalam ajang ini.

"Dia kan selebriti, harusnya jauh sebelumnya sudah ada hal-hal tentang Sulbar di postingannya. Harusnya ada promosi pariwisata atau hal terkait daerah. Jika itu dilakukan, masyarakat tentu bisa menerima dengan lebih baik," lanjutnya.

Diketahui, Amanda Lucson merupakan pesinetron keturunan Belanda-Bugis Bone (Sulawesi Selatan).

Namanya sempat menjadi pembicaraan publik setelah dikaitkan dengan isu personal yang melibatkan salah satu pemenang ajang pencarian bakat menyanyi nasional.

Keresahan masyarakat juga dipicu gugurnya kandidat lain, Nadia, yang dianggap memiliki akar kuat di Sulawesi Barat. 

Nadia merupakan lulusan Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) dan cucu dari HM Zikir, salah satu tokoh penting dalam pembentukan Provinsi Sulawesi Barat. 

Meski menyandang gelar Puteri Indonesia Sulbar Favorit, langkah Nadia terhenti karena posisi utama diberikan kepada Amanda.

Meski melayangkan kritik, Rifai menyatakan tetap memberikan dukungan kepada Amanda sebagai wakil resmi daerah.

"Biar bagaimanapun dia sudah terpilih. Kami tentu mendukung, namun semoga ini menjadi pelajaran agar ia betul-betul bisa berubah dan menjadi representasi wanita Sulbar yang baik di tingkat nasional tanpa menimbulkan kontroversi baru," pungkasnya.

Sosok Amanda Lucson

Amanda Lucson dikenal sebagai figur publik yang memiliki perawakan proporsional khas seorang model dan selebriti. 

Ia mewarisi fitur wajah blasteran yang tegas namun tetap lembut, hasil perpaduan darah Belanda dan Bugis.

Memiliki rambut hitam panjang yang sering dibiarkan terurai alami, Amanda memancarkan kesan yang modern dan elegan.
 
Sebagai seorang aktris sinetron, ia memiliki gestur tubuh yang luwes, menunjukkan kepercayaan diri tinggi yang menjadi modal utamanya dalam berkompetisi di panggung kecantikan nasional.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.