Vietnam Percaya Diri Jadi Penantang Tangguh Thailand di Sektor Pariwisata
GH News February 09, 2026 09:09 PM
Hanoi -

Vietnam semakin menjadi pesaing tangguh Thailand di sektor pariwisata Asia Tenggara, berkat kemajuan pesat dalam pembangunan infrastruktur seperti bandara dan hotel.

Hal tersebut diungkapkan oleh CEO perusahaan konsultan perhotelan dan real estate di Thailand, C9 Hotelworks, Bill Barnett. Dikutip dari , Senin (9/2/2026) menurutnya selama satu dekade terakhir, Vietnam telah membangun momentum yang kuat dalam menarik wisatawan, terutama dari China dan Jepang.

Pada 2025, negara tersebut mencatatkan rekor 21,2 juta kedatangan wisatawan asing, meningkat 20,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, Thailand justru mengalami penurunan jumlah kedatangan sebesar 7,2%, dengan total 32,9 juta wisatawan, penurunan pertama di luar masa pandemi Covid-19 dalam sepuluh tahun terakhir.

melaporkan keunggulan utama yang dimiliki Vietnam dalam persaingan ini adalah ketersediaan akomodasi. Saat ini, Vietnam memiliki sekitar 780.000 kamar hotel yang tersebar di 38.000 properti terdaftar, melebihi jumlah perkiraan kamar di Thailand yang hanya 704.000 kamar.

Selain itu, banyak hotel baru yang sedang dibangun di berbagai kota besar di Vietnam. Dari sisi harga, Vietnam juga memiliki posisi yang lebih menguntungkan, tarif kamar rata-rata di Vietnam 20% lebih murah dibandingkan Thailand.

Hal tersebut didorong oleh biaya tenaga kerja dan bahan makanan yang lebih rendah, serta berkembangnya maskapai penerbangan berbiaya rendah. Di kota-kota besar Vietnam, harga kamar hotel per malam rata-rata mencapai 116 USD (Rp 1,9 juta), lebih murah dibandingkan 129 USD (Rp 2,1) di Bangkok.

Sementara itu, tarif kamar resor di Vietnam hanya 118 USD (Rp 1,9), jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan 173 USD (Rp 2,9) di destinasi populer Thailand seperti Phuket, berdasarkan data dari C9 Hotelworks.

Di sektor hotel mewah, harga kamar di Vietnam umumnya lebih murah sekitar 45 USD (Rp 758 ribu) hingga 60 USD (Rp 1 juta) dibandingkan dengan harga di Thailand. Meskipun Vietnam tidak memiliki pengalaman pariwisata sepanjang Thailand, Barnett menyebut bahwa pembangunan infrastruktur yang pesat menjadi faktor penentu dalam keberhasilan negara ini.

Vietnam juga terus memperkuat sektor transportasinya, dengan sejumlah bandara internasional yang sedang dikembangkan. Bandara Internasional Tan Son Nhat di Kota Ho Chi Minh baru saja membuka terminal T3 yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang per tahun, atau sekitar 7.000 penumpang per jam.

Sementara itu, Bandara Internasional Long Thanh, yang terletak sekitar 40 kilometer dari Tan Son Nhat, diperkirakan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Selain itu, Bandara Internasional Phu Quoc yang berada di salah satu pulau resor terpopuler Vietnam, tengah menjalani proses peningkatan besar-besaran untuk menjadikannya salah satu bandara tercanggih di kawasan tersebut.

Dengan perkembangan infrastruktur yang pesat dan harga yang lebih terjangkau, Vietnam kini percaya diri menantang dominasi Thailand di sektor pariwisata kawasan Asia Tenggara.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.