Pelatih PSGC Herry Kiswanto Ungkap Seni Menyatukan Pemain Muda dan Senior
ferri amiril February 09, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Head Coach PSGC Ciamis, Herry Kiswanto, menyebut komposisi tim yang memadukan pemain junior, setengah junior, dan senior menjadi tantangan tersendiri sepanjang kompetisi Liga 3 Nusantara.

Ia juga menjelaskan bagaimana "seni" dalam menghadapi para pemain muda dan senior hingga PSGC Ciamis berhasil meraih kesempatan untuk berlaga di Liga 2 musim depan.

“Pemain junior, setengah junior, dan senior itu unik. Ini tantangan, tapi Alhamdulillah saya dan para pemain bisa bekerja sama sehingga tim PSGC lambat laun menjadi solid. Itu memang tujuan utama kami,” ujar Herry kepada wartawan usai melakukan konvoi bersama para pemain PSGC dan ribuan masyarakat Ciamis, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, penanganan pemain muda tidak bisa disamakan dengan pemain senior karena grafik performa yang cenderung fluktuatif.

“Kalau pemain muda itu grafiknya labil, kadang naik turun. Pendekatannya harus beda dengan senior. Kalau senior saya tinggal bilang A-B-C, langsung jalan. Tapi pemain muda kadang tiba-tiba performanya tidak sesuai harapan,” katanya.

Baca juga: Izmir Emirullah Yandrika, Best Player Young U-20 PSGC Ciamis yang Antar Laskar Singacala ke Liga 2

Menurutnya, komunikasi menjadi kunci utama dalam membina pemain muda agar mental mereka tetap terjaga.

“Kalau kondisi seperti itu harus dimaklumi, di-approve dengan komunikasi, bicara baik-baik, jangan dimarahi. Itu seninya melatih pemain muda,” jelas Herry.

Herry juga mengakui persaingan di grup yang dihadapi PSGC Ciamis terbilang sangat berat dibanding grup lain. 

Namun berkat evaluasi dan analisa yang dilakukan secara konsisten, tim mampu melewatinya.

“Tantangan di grup kita berat sekali. Menurut saya ini lebih berat dibanding grup lain. Tapi Alhamdulillah anak-anak bisa melalui dan kita lolos. Setiap hari kami lakukan evaluasi dan analisa, dan anak-anak terus berkembang,” ungkapnya.

Terkait persiapan menghadapi Liga 2, Herry mengaku belum ingin terburu-buru mengambil keputusan dan memilih beristirahat sejenak.

“Untuk persiapan Liga 2, saya mau istirahat dulu, mau berpikir dulu. Tapi yang jelas saya hidup di sepak bola, tidak mungkin berhenti. Hanya mungkin sekarang istirahat dulu, jangan dulu bicara Liga 2,” tuturnya.

Ia pun menyampaikan harapan besar kepada masyarakat pecinta sepak bola di Ciamis agar terus memberikan dukungan penuh kepada PSGC, baik dalam kondisi sukses maupun sulit.


“Yang terpenting dukungan dari masyarakat bola di Ciamis harus sama, di saat sukses dan tidak sukses. Mental pemain itu beda-beda, kalau dicemooh belum tentu semua kuat, ada yang bisa down,” kata Herry.

Menurutnya, jika seluruh elemen bisa bersatu, bukan tidak mungkin PSGC Ciamis bisa melangkah lebih jauh di kancah nasional.

“Kalau kita bisa bekerja sama semuanya, insyaallah Ciamis bisa jadi kekuatan besar. Di Jawa Barat sekarang Liga 1 cuma satu, kenapa kita tidak kalau ada peluang ke sana,” pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.