Dikira Perangkat CCTV, 4 Perampok Malah Bawa Kabur Set Top Box TV
Kiki Novilia February 09, 2026 06:37 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Banyumas - Komplotan rampok membawa kabur perangkat set top box (STB) yang mereka kira sebagai perangkat CCTV milik pasangan Nurgiyanti (39) dan Kodrat (41). 

Dikatakan Nurgiyanti, para pelaku seluruhnya berjumlah empat orang. Dua orang bertubuh tinggi besar, sedangkan dua lainnya bertubuh lebih pendek. Mereka mengenakan masker.

Salah satu pelaku disebut tidak menggunakan masker, namun korban tidak melihat jelas karena kondisi lampu redup. Mereka sempat mengancam korban agar diam, bahkan mengancam akan menembak apabila melawan.

Adapun perampokan itu terjadi di rumahnya yang terletak di RT 2 RW 6 Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas sekitar pukul 01.30 - 02.00 WIB dini hari, Senin (9/2/2026). 

Kejadiannya berlangsung saat seluruh penghuni rumah sedang terlelap. Kedua anak mereka, Luigi (14) dan Lutfi (8) juga tertidur.

Baca juga: Sekeluarga Disekap Rampok, Nurgiyanti Memelas: Pak, Kasihan Anak Saya Nanti Mati

Nurgiyanti menuturkan, ia terbangun ketika ada dua pelaku tiba-tiba masuk ke kamarnya. Para pelaku kemudian mengikatnya dan dibawa keluar kamar. 

Setelah Nurgiyanti keluar kamar bersama anak keduanya, ia melihat suaminya sudah dalam posisi tengkurap di lantai dengan tangan terikat ke belakang serta kaki terikat.

Tak lama berselang, terdengar teriakan anak pertamanya di kamar yang berbeda. Nurgiyanti berusaha menghampiri, namun melihat dua pelaku sudah menindih anaknya di atas tempat tidur. 

Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kaki, bahkan wajah anak itu dibekap menggunakan bantal hingga keluar darah atau mimisan dari hidung si anak. Tangis Nurgiyanti pun pecah.

"Melihat kondisi itu, saya memohon kepada para pelaku agar berhenti. Pak, sudah, stop. Kasihan anak saya, nanti mati," katanya kepada para pelaku, dikutip dari TribunJateng, Senin. 

Pelaku kemudian memintanya untuk diam dan tidak berteriak. Ia pun menurut karena takut. Nurgiyanti kemudian dibawa ke kamar bersama suaminya yang sudah dalam kondisi terikat.

Ia sempat membuka ikatan di tangannya, namun tetap berpura-pura masih terikat agar tidak menimbulkan kecurigaan pelaku. 

Selain itu, oara pelaku membawa sederet senjata tajam dalam melancarkan aksinya, seperti pisau, arit, kapak hingga linggis.

Daftar Barang yang Dibawa

Para pelaku mengambil sejumlah harta benda uang, hingga perhiasan. Beberapa waktu kemudian, suasana rumah mendadak sunyi. 

Setelah merasa para pelaku sudah pergi, Nurgiyanti membuka pintu kamar, lalu melepaskan ikatan tangan dan kaki suaminya. Mereka kemudian keluar rumah, namun para pelaku sudah tidak terlihat.

Berdasarkan temuan di lokasi, pelaku diduga masuk melalui jendela kamar anak pertama yang memiliki bekas congkelan. Setelah masuk, pelaku langsung membekap anak, lalu menyekap seluruh penghuni rumah.

Korban diikat menggunakan tali sepatu berwarna hitam yang dibawa sendiri oleh para pelaku. 

Saat keluar rumah, Nurgiyanti melihat pintu depan sudah dalam keadaan sedikit terbuka, diduga sengaja dibuka pelaku untuk memudahkan mereka kabur. Namun, gerbang depan rumah masih dalam kondisi tergembok.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku membawa tiga unit ponsel, uang sekitar Rp12 juta, uang milik anak sebesar Rp400 ribu, uang arisan, serta perhiasan berupa kalung, cincin, dan anting.

Selain itu, pelaku juga membawa sebuah set top box yang diduga mereka kira sebagai perangkat CCTV. Nurgiyanti mengaku tidak mengetahui apakah pelaku sudah mengenal keluarganya atau tidak. 

Namun, ia menyebut suaminya bekerja di koperasi sekaligus menjadi bendahara paguyuban di lingkungan setempat, sehingga sering memegang uang.

Ia sendiri mengaku baru sekitar tiga tahun tinggal di lingkungan tersebut. Hingga kini, ia mengaku masih trauma dan tidak kuat membayangkan kembali peristiwa yang terjadi dini hari itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.