TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas 14.050 hektare pada 2026.
Di mana, program cetak sawah tersebut akan dilaksanakan di 17 kabupaten dan kota di provinsi dengan julukan Bumi Anoa ini.
Ke-17 kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara.
Konawe Kepulauan, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, serta Kota Kendari dan Baubau.
Cetak sawah meningkat dibandingkan 2025 yang mencapai 6.745 hektare dan hanya tersebar di enam kabupaten, yakni Koltim, Kolaka, Konawe, Konsel, Konut, dan Bombana.
Baca juga: Cara Pemerintah Konawe Utara Kendalikan Inflasi Tahun 2025, Cetak Sawah Baru hingga Pasar Murah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Prof Muhammad Taufik, mengatakan penambahan areal persawahan ini merupakan bagian dari upaya mendorong produksi gabah kering giling (GKG) hingga 1 juta ton pada 2026.
Selain membuka lahan baru, pemerintah daerah juga akan mengoptimalkan sawah yang tidak dimanfaatkan agar dapat ditanami kembali.
"Penambahan luas tanam ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produksi padi di Sultra," kata Prof Taufik saat diwawancarai di kantornya, Senin (9/2/2026).
"Dengan dukungan lahan baru dan program pendukung lainnya, target produksi diharapkan dapat tercapai,” ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan untuk mencapai target produksi, yakni pengendalian hama dan penyakit tanaman melalui penyediaan pestisida yang memadai.
Baca juga: Jalan Inspeksi Irigasi Dibenahi Andi Sumangerukka, Petani di Konawe Tak Lagi Kesulitan Akses Sawah
Kemudian, menyiapkan benih unggul bersertifikat untuk diberikan kepada petani, seperti benih Sanggoleo Sultra yang telah diluncurkan pada Januari 2026.
Benih tersebut dijual dengan harga Rp8 ribu per kilogram atau Rp80 ribu per kemasan 10 kilogram.
“Melalui berbagai langkah ini, kami berharap produktivitas padi meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)