TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Sosok komedian Sule semakin tegas terhadap suami mendiang mantan istrinya Lina Jubaedah, Teddy Pardiana.
Teddy sejak istrinya meninggal, ia tak henti menuntut harta warisan istrinya.
Bahkan terbaru, dirinya mengajukan gugatan lagi untuk bisa mendapatkan warisan tersebut.
Tepatnya pada akhir tahun 2025, langkah hukum yang diambil Teddy tersebut terkait permohonan penetapan ahli waris ke Pengadilan Agama Bandung.
Prosesnya masih berjalan hingga saat ini.
Teddy berusaha meminta pengesahan pengadilan soal status ahli waris dari harta peninggalan Lina Jubaedah.
Sule pun geram atas langkah Teddy.
Masalahnya, gugatan ditujukkan kepada anak-anaknya, yakni Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan Fadillah Adriansyah, almarhum Utisah (ibu kandung Lina), serta Sutisna alias Sule sebagai pihak tergugat.
Baca juga: Gegara Perkara Warisan, Sule Bandingkan Nathalie Holscher dan Teddy Pardiyana, Singgung Kerja Keras
Sementara dalam permohonannya, Teddy meminta Majelis Hakim menetapkan ahli waris almarhumah Lina untuk dirinya.
Tak hanya itu, Teddy juga memasukkan nama anak-anak Lina bersama Sule.
Termasuk, Bintang adalah anak hasil pernikahan Lina dan Teddy.
Terakhir, Teddy meminta agar ibu Lina, juga dimasukkan sebagai ahli waris.
Dari gugatan tersebut yang berubah berarti, nama Sule dihilangkan sebagai ahli waris Lina.
Sule merasa langkah Teddy begitu ngotot untuk menuntut ahli waris.
Terlebih, harta warisan Lina tak terlepas dari kerja kerasnya dalam industri hiburan tanah air.
Sule adalah komedian ternama.
Setelah bercerai dari istrinya, Lina, ia menyerahkan harta gono gini.
Deretan harta tersebutlah yang menjadi milik Lina.
Lina Jubaedah juga meninggalkan harta warisan yang saat ini juga tengah diperbincangkan.
Diketahui, Putri Delina, putri kedua dari Lina telah ditunjuk sebagai perwakilan ahli waris.
Sumber harta kekayaan Lina Jubaedah berasal dari berbagai aset dan properti yang ia kumpulkan selama hidupnya.
Terutama semasa masih menikah dengan komedian Sule dan setelahnya.
Sehingga ketika ia meninggal dunia, nilai kekayaannya diperkirakan mencapai sekitar Rp 10 miliar.
Sule pun memastikan bahwa harta warisan darinya tak akan pernah jatuh ke tangan Bintang anak Teddy.
Sule merupakan mantan suami Lina Jubaedah.
Keduanya menjalin ikatan pernikahan sekitar tahun 1997.
Namun 20 tahun, biduk rumah tangga terjalin, Sule dan Lina justru bercerai.
Tepatnya pada tahun 2018, Lina yang menggugat cerai Sule.
Sampai pada akhirnya, keduanya dinyatakan resmi bercerai pada April 2028.
Putusan tersebut dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Cimahi Kelas 1A, Bandung, Jawa Barat.
Tentu bukan hal mudah bagi Sule untuk bangkit.
Namun tidak bagi Lina, yang menikah dengan Teddy Pardiyana.
Sosok Teddy ramai diperbincangkan dengan berbagai persoalannya setelah Lina menikah.
Pasalnya Teddy terkesan ngotot jika membahas persoalan harta.
Terlebih, harta yang dimiliki Lina kebanyakan dari kerja keras Sule.
Sule pun menikah lagi, dengan Nathalie Holscher.
Dari pernikahan tersebut lahir seorang anak bernama Adzam.
Begitupula Lina dan Teddy, yang dikaruniai seorang anak perempuan bernama, Bintang.
Namun, cerita Teddy berakhir dengan Lina, usai istrinya meninggal dunia.
Berjalannya waktu, Teddy nampak tak henti untuk bisa mendapatkan harta.
Berbeda dengan Nathalie, setelah berpisah dari Sule, dirinya justru bekerja keras dan tak berharap diberi uang meskipun Sule tetap bertanggungjawab pada Adzam.
Kata Sule, Nathalie masih giat bekerja meskipun dia sebagai ayah dari Adzam berusaha mencukupi kebutuhannya.
Ya, saat membahas tentang Teddy Pardiyana yang memperjuangkan hak Bintang, putrinya dari pernikahan dengan mendiang Lina Jubaedah, Sule mengingat sosok Nathalie Holscher, mantan istri dan ibu dari putranya, Adzam Adriansyah Sutisna.
"Kalau Bintang, mikir aja, dia masih sehat, bugar, masa enggak bekerja untuk anak?" tanya Sule di SL Media.
"Sekarang, mamanya Adzam, dia masih sanggup menghidupi dengan bekerja, tapi gue masih (biayai), karena itu kewajiban, walaupun (Nathalie) sanggup, ya itu anak gue," jelasnya.
Sule tak merasa dirinya memiliki tanggung jawab pada Bintang atau Bintang memiliki hak atas hartanya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa harta warisan darinya tak akan diberikan pada Bintang.
Namun, untuk persoalan harta warisan dari mendiang Lina, Sule pun tak mencampuri hal tersebut.
"Ini (harta gue) bukan haknya. Kalau untuk warisan Bintang, antara Teddy Pardiyana dengan istrinya, dengan saya sudah tidak ada apa-apa," jelas Sule.
"Yang dapat warisan saya cuma Adzam. Kalau Bintang itu kebaikan dari kakak-kakaknya kalau udah gede," kata Sule.
Tapi Sule tak pernah melarang anak-anaknya untuk membantu Bintang.
Selama ini Sule juga mengajarkan pada anak-anaknya untuk menyayangi Bintang, meskipun berbeda ayah.
"Saya tidak pernah melarang mereka memberikan sesuatu pada saudaranya," imbuhnya.
Menurut Sule, sebenarnya sudah jelas tercantum dalam surat pernyataan yang ditulis mendiang Lina, pembagian harta bawaan Lina yang didapat selama pernikahan dengan Sule hanya diberikan pada Putri Delina.
Sementara uang Rp 5 miliar dalam rekening Lina yang hilang, bahkan merupakan uang hasil kerja Rizky Febian.
Terlepas dari itu, Sule mengatakan tidak akan menghalangi hak Bintang jika memang ada, karena yang dia lakukan selama ini hanya untuk melindungi anak-anaknya dan hasil kerja kerasnya yang memang ditujukan untuk anak-anaknya kelak.
"Tidak masalah kalau misal mau menetapkan ahli waris, kan ada hukum Islam. Walaupun pengacara-pengacara, pakar-pakar hukum mengatakan bahwa dia tidak berhak," tutur Sule.
"Tapi kalau misalkan ada penetapan untuk Bintang, enggak masalah kalau memang ada," lanjutnya.
Sejak Lina meninggal dunia, persoalan hak waris kembali mencuat, terutama terkait keinginan Teddy agar anaknya diakui sebagai ahli waris sah.
Di tengah polemik hukum yang memanas, kuasa hukum Teddy, Wati Trisnawati, membeberkan kondisi ekonomi kliennya saat ini.
Ia menegaskan, langkah hukum yang ditempuh tak bisa dilepaskan dari situasi kehidupan Teddy sehari-hari.
“Ya, kondisi Kang Teddy sih memang kondisinya (ekonomi) masih sulit,” ujar Wati.
Menurutnya, hingga kini Teddy masih berupaya membangun usaha secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Sampai saat ini pun dia masih merintis usaha kecil-kecilan, buka tempat makan, tongkrongan atau angkringan di Kota Bandung,” lanjutnya.
Namun, usaha yang dijalani Teddy disebut belum menunjukkan hasil yang signifikan.
“Tapi memang kondisi saat ini memang sedikit sepi. Jadi doakan saja yang terbaik buat Kang Teddy supaya usahanya lancar. Itu pun untuk biaya hidup Bintang,” kata Wati.
Meski demikian, di tengah proses hukum yang berjalan, pihak kuasa hukum menegaskan tetap membuka ruang penyelesaian secara damai dengan pihak termohon.
“Harapan terakhir sih tetap kami mengupayakan adanya mediasi perdamaian dengan pihak termohon. Bagaimanapun juga masih ada keterikatan persaudaraan, ada kerabat antara anaknya dengan kakak-kakaknya, dengan Rizky, dengan Teh Putri itu masih ada hubungan,” ujarnya.
Ia pun berharap polemik ini bisa diselesaikan tanpa memperpanjang konflik di ruang publik.
“Bagaimanapun juga kita berdoa supaya ada perdamaian,” tutup Wati.
Mantan asisten Lina Jubaedah, Butet membongkar tabiat Teddy Pardiyana saat bersama Lina Jubaedah.
Butet menyebut kartu ATM milik ibunda Rizky Febian itu dikuasai oleh Teddy semenjak menikah.
"Tapi semenjak sama Teddy itu semua ATM dipegang Teddy. Jadi enggak boleh dipegang siapapun," ungkap Butet.
"Kalau masalah aset-aset itu lebih tahu itu Pak Ecet sopirnya. Soalnya sampai terakhir kan Pak Ecet bareng sama almarhum sampai meninggal," sambungnya.
Karena itulah, Butet sebagai asisten, mengaku tak tahu isi saldo yang ada di ATM almarhumah.
"Jadi, Butet udah enggak tahu masalah uang yang di ATM berapa itu udah enggak tahu karena dipegang sama Teddy ATM-nya," terangnya.
Bahkan, menurut Butet, kartu ATM milik Lina digunakan Teddy untuk transaksi saat belanja.
Butet tak segan-segan menyebut Teddy Pardiyana ingin menguasai harta Lina Jubaedah.
"Jadi, belanja apapun itu Teddy yang bayar," ujar Butet.
"Ya, mungkin pengin nguasai harta almarhum," tambahnya. (*)
(TribunnewsBogor.com) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)