TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Berikut ini 12 tata cara salat Tarawih Ramadan 2026/1446 H.
Umat Muslim tersisa menghitung hari lagi untuk menyambut Bulan Suci Ramadan.
Pada momentum tersebut, salah satu kegiatan wajib dan menjadi rutinitas adalah salat Tarawih.
Salah ini bisa dikerjakan seorang diri ataupun berjamaah.
Untuk tata cara pelaksanannya, sama seperti salah lima waktu.
Namun yang membedakannya adalah jumlah rakaat dan proses serta niatnya.
Sebelum mengulas terkait tata cara salat Tarawih, simak pengertiannya terlebih dahulu.
Salat Tarawih adalah salat sunah khusus yang dikerjakan hanya pada malam hari di bulan Ramadan.
Baca juga: Jadwal Imsak dan Puasa Ramadan Pertama 18 Februari 2026: Kendari, Konawe, Kolaka, Muna dan Baubau
Pelaksanaan salat ini, bisa dikerjakan biasanya setelah salat Isya hingga sebelum waktu fajar (witir).
Di bulan suci Ramadan, ibadah ini sangat dianjurkan.
Hukumnya, sunnah muakkad untuk laki-laki dan perempuan.
Dalam pengerjaannya dianggap bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Lantas kapan salat Tarawih pertama kali?
Untuk pihak pemerintah belum menetapkan tanggal puasa pertama.
Hal ini berkaitan erat dengan dimulainya salat Tarawih.
Biasanya memasuki bulan Ramadan, pemerintah akan mengumumkan saat hilal telah terlihat.
Nah pada hari itu juga bisa langsung dimulai salat Tarawih.
Sementara itu, Muhamammadiyah menetapkan awal Ramadhan 2026 dimulai pada Rabu, 18 Februari.
Artinya, umat Islam yang mengikuti penetapan Muhammadiyah akan melaksanakan sholat tarawih pertama 2026 pada Selasa malam, 17 Februari 2026, setelah sholat Isya.
Dikutip dari buku Pintar Panduan Ibadah Muslimah oleh Muhammad Syukron Maksum, shalat tarawih pada umumnya dikerjakan pada malam hari, antara setelah waktu shalat Isya hingga sebelum datang waktu Subuh.
Salat tarawih ini dapat dikerjakan secara berjamaah atau sendirian (munfarid).
Mengutip dari baznas.go.id, penetapan rakaat tarawih sering disesuaikan dengan kebiasaan dan praktik yang berlaku di berbagai komunitas Muslim di seluruh dunia.
Oleh karena itu, umat Muslim disarankan untuk mengikuti ketentuan yang berlaku di masjid atau komunitas tempat mereka beribadah.
Yang paling utama dalam menjalankan ibadah Shalat tarawih adalah bukanlah hanya sekedar jumlah rakaat, melainkan kualitas dan kekhusyukan dalam melaksanakannya.
Baca juga: Ceramah Tarawih di Masjid Fastabiqul Khoirot Wawotobi, Kapolres Konawe Bahas Keutamaan Menjaga Salat
Niat Salat Tarawih Sendiri (Munfarid)
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Niat shalat Tarawih Berjamaah
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
1. Membaca niat shalat Tarawih
2. Membaca niat di dalam hati ketika takbiratul ihram
3. Kemudian mengucapkan takbir ketika takbiratul ihram setelah melafalkan niat
4. Baca ta‘awudz dan Surat Al-Fatihah
Setelah itu, baca salah satu surat pendek Al-Quran
5. Rukuk
6. Itidal
7. Sujud pertama
8. Duduk di antara dua sujud
9. Sujud kedua
10. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
11. Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
12. Salam pada rakaat kedua/keempat.(*)
(Tribunnews.com/Oktavia WW) (TribunnewsSultra.com/Desi Triana)