Virus Nipah Mengintai, Pemkot Bengkulu Ingatkan: Bahaya Makan Buah yang Digigit Hewan
Rita Lismini February 09, 2026 07:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi buah-buahan, terutama yang sudah tergigit atau terkontaminasi hewan.

Imbauan ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, ia mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Kota Bengkulu.

Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan guna mencegah potensi penularan sejak dini. Ini sebagai langkah antisipasi menyusul maraknya pembahasan mengenai Virus Nipah yang belakangan menjadi perhatian publik.

Virus Nipah adalah virus yang dapat menular dari hewan ke manusia, biasanya melalui kontak langsung dengan hewan seperti kelelawar atau babi, maupun melalui makanan yang terkontaminasi.

Infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan gejala flu, demam tinggi, batuk, sesak napas, hingga komplikasi serius pada sistem saraf yang bisa berujung pada kematian.

Menurut Nelli beberapa hewan seperti kelelawar dapat menjadi perantara penyebaran virus tertentu. 

Buah-buahan yang terlihat sudah digigit hewan atau terjatuh di area terbuka berisiko terkontaminasi, sehingga masyarakat disarankan untuk tidak mengonsumsinya.

Ia menegaskan bahwa langkah sederhana seperti memastikan makanan dalam kondisi aman sebelum dikonsumsi dapat menjadi upaya pencegahan yang efektif. Meski terkadang terasa sayang untuk membuang makanan, kesehatan harus tetap menjadi prioritas utama.

"Kami mengajak masyarakat agar lebih waspada. Jika menemukan buah yang terlihat sudah digigit hewan, terutama kelelawar, sebaiknya tidak dikonsumsi demi menghindari risiko kesehatan," kata Nelli, Senin (9/2/2026).

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan menjaga kebersihan dinilai mampu membantu mencegah berbagai penyakit menular.

Pihaknya berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan semakin meningkat, karena pencegahan sejak dini menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari potensi ancaman penyakit.

"Masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan gejala penyakit ringan seperti flu yang disertai demam tinggi atau kondisi tubuh yang memburuk. Jika mengalami keluhan tersebut, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," tukasnya. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.