Pilu Siswi SMAN Bengkulu, Murung dan Mudah Terkejut Usai Dikeroyok Kakak Kelas
Rita Lismini February 09, 2026 07:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Nasib pilu siswi SMA Bengkulu, korban pengeroyokan oleh kakak kelasnya. 

Siswi kelas X di salah satu SMA negeri di Kota Bengkulu tersebut hingga kini masih menjalani pemulihan fisik dan psikologis akibat dugaan pengeroyokan yang terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (5/2/2026) lalu.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang cukup berat. 

Bahkan, untuk menjaga keamanan dan kenyamanan korban selama masa pemulihan, rumah korban saat ini dijaga oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada malam hari. 

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan sekaligus memastikan tidak ada gangguan terhadap korban dan keluarganya, oleh Pemda Kota Bengkulu.

"Setelah kemarin dikunjungi, malam hari ada 2 anggota Satpol PP yang disiagakan berjaga di rumah kami," ungkap Ibu korban, Senin(9/2/2026).

Ibu kandung korban mengungkapkan bahwa kondisi anaknya perlahan mulai membaik, meskipun trauma masih terlihat jelas. 

Pada hari-hari awal pascakejadian dugaan pengeroyokan siswi SMA Bengkulu tersebut, korban sama sekali tidak mau bertemu dengan orang lain.

"Awalnya anak saya trauma berat, bertemu orang saja tidak mau, bahkan dengan kakak kandungnya sendiri juga tidak mau. Namun seiring berjalannya waktu, korban mulai menunjukkan perkembangan positif, Alhamdulillah kondisinya sudah lumayan membaik, bertemu dengan orang sudah bisa, tidak seperti hari pertama kemarin," kata Ibu korban.

Secara fisik, korban masih merasakan dampak dari dugaan pengeroyokan siswi SMA Bengkulu yang dialaminya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di rumah sakit, korban mengalami bekas gigitan, cakaran, serta memar di beberapa bagian tubuh. Bahkan hingga saat ini, beberapa aktivitas ringan masih sulit dilakukan oleh korban.

"Dari hari pertama sampai sekarang anak saya belum bisa menyisir rambutnya sendiri karena masih terasa sakit," ujar ibu korban. 

Selain itu, korban juga sempat dua kali kembali dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan menggigil kedinginan. Saat ini korban masih menjalani rawat jalan sesuai anjuran dokter.

Dari sisi psikologis, perubahan sikap korban sangat dirasakan oleh keluarga, korban kerap terlihat murung dan mudah terkejut, terutama jika berada di situasi yang ramai. 

Menurut ibu korban, anaknya sering menunjukkan gestur seolah menghindari sesuatu, yang diduga kuat berkaitan dengan trauma akibat peristiwa pengeroyokan di sekolah.

Atas kejadian ini, keluarga korban telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polresta Bengkulu. 

Pihak kepolisian memastikan laporan tersebut telah ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk pihak sekolah, serta mengamankan sejumlah barang bukti

Keluarga korban berharap proses hukum atas dugaan pengeroyokan siswi SMA Bengkulu dapat berjalan secara adil dan transparan. 

Mereka juga berharap ada evaluasi serius dari pihak sekolah dan pemerintah agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kami menyerahkan semuanya kepada penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya," kata Ibu korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.