Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBATEN.COM,PANDEGLANG - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten, Agus Rasyid, mengapresiasi penyelenggaraan ajang Taekwondo Open yang digelar di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Agus menilai kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Banten sangat penting, sebagai sarana menguji kemampuan atlet, tidak sekadar menjadi ajang latihan semata.
KONI adalah satu-satunya lembaga otoritas keolahragaan di Indonesia yang bertanggung jawab mengelola, membina, mengembangkan, dan mengkoordinasikan olahraga prestasi.
Baca juga: Sisi Gelap Dunia Pendidikan Pandeglang, Oknum Operator SD Diduga Pungli Buat Setor ke Disdikpora
Sebagai mitra pemerintah, KONI berfokus pada peningkatan prestasi atlet, menyelenggarakan PON, serta mendukung induk organisasi cabang olahraga.
Sementara Pengprov TI Banten adalag badan pengurus cabang olahraga taekwondo tingkat provinsi yang bertanggung jawab membina, mengembangkan, dan mengelola prestasi atlet serta organisasi di tingkat daerah, bertindak di bawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
Mereka fokus pada pengorganisasian kejuaraan, seleksi atlet, dan pembinaan pelatih daerah.
“Event-event yang digelar Pengprov Taekwondo Banten sangat positif. Atlet diuji kemampuannya saat bertanding, baik di ajang open, piala, maupun event nasional,” kata Agus kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
“Dari situ baru bisa dievaluasi prestasi mereka, mulai dari tingkat paling rendah hingga tertinggi,” tambahnya.
Menurut Agus, prestasi atlet Taekwondo Banten saat ini cukup membanggakan. Salah satunya ditunjukkan oleh Arya Donosusilo yang berhasil meraih medali emas pada SEA Games di Thailand.
“Pengprov Taekwondo Banten luar biasa. Arya menjadi bukti bahwa atlet Banten mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa KONI Banten memberikan dukungan melalui program pelatihan jangka panjang (PJP) yang dilaksanakan setiap bulan bagi atlet-atlet berprestasi.
Meski anggaran yang tersedia masih terbatas, ia memastikan seluruh atlet tetap mendapatkan perhatian.
“Harapannya, Taekwondo Champions 2026 ini mampu melahirkan atlet-atlet baru yang kelak menorehkan prestasi seperti Arya, tidak hanya untuk Banten, tetapi juga untuk Indonesia,” pungkasnya.