Senin Petang, Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1 Kilometer ke Kali Krasak
Iwan Al Khasni February 09, 2026 08:00 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, JOGJA – Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Senin (9/2/2026) petang. 

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat peristiwa tersebut terjadi pada pukul 18.08 WIB.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso menyampaikan, awan panas guguran meluncur sejauh 1.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak. 

"Peristiwa ini terekam dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi 118 detik," ungkapnya.

Selain APG, BPPTKG juga mencatat aktivitas guguran lava selama periode pengamatan 09 Februari 2026 pukul 12.00–18.00 WIB. 

Teramati dua kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter menuju Kali Krasak.

Secara kegempaan, Gunung Merapi mencatat 25 kali gempa guguran dengan amplitudo 1–26 mm dan durasi 26,42–128,98 detik. Selain itu, terekam 17 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Dari sisi visual, gunung tampak tertutup kabut dengan intensitas 0–III dan tidak teramati asap kawah. Sementara kondisi meteorologi di sekitar Merapi dilaporkan mendung hingga hujan, dengan curah hujan mencapai 18 mm per hari.

"Status aktivitas Gunung Merapi berada pada Level III (Siaga)," katanya.

BPPTKG menyebut suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran susulan.

BPPTKG pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya, khususnya di sektor selatan hingga barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. 

Di sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat terjadi hujan, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Informasi terkini aktivitas Gunung Merapi dapat dipantau melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi. Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas Gunung Merapi akan ditinjau kembali. (tro)

• HPN 2026 di Magelang, PWI Dorong Literasi Pelajar dan Kepedulian Lingkungan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.