BANJARMASINPOST.CO,ID, TANJUNG - Bupati Tabalong HM Noor Rifani menginginkan Kecamatan Kelua menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan Kabupaten Tabalong.
Ini disampaikannya, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) di Kecamatan Kelua, Senin (9/2/2026).
"Di Kelua ini kita ingin jadikan pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan," kata H Fani.
Agar ini bisa diwujudkan maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan, salah satunya melakukan pembenahan terhadap kondisi pasar.
Tujuannya agar orang yang berjualan maupun yang datang untuk berbelanja di Pasar Kelua bisa melakukan dengan nyaman.
"Kemudian Pasar Telaga Itar juga dibenahi," tambahnya.
Pasalnya, potensi yang dibidik tak hanya untuk kecamatan wilayah selatan Tabalong, tetapi kabupaten tetangga yang posisinya memang berdekatan.
Di sektor kesehatan, saat ini di Kecamatan Kelua juga tengah disiapkan rumah sakit baru yang juga telah disampaikan ke Kementerian Kesehatan.
Apabila rumah sakit ini berfungsi maka juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi karena layanan kesehatan itu tentunya juga bisa membuat masyarakat dari luar Tabalong untuk datang.
Sementara pada sektor pertanian, pihaknya berupaya meningkatkan pendapatan para petani, termasuk di Kecamatan Kelua yang juga menjadi daerah pertanian.
"Kami sudah siapkan alat ekskavator amfibi," kata H Fani.
Ekskavator amfibi ini digunakan untuk bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, terutama pada lahan rawa.
Sedangkan secara umum untuk mendukung pertanian, juga terus dilakukan pemberian bantuan alsintan, jalan usaha tani dan program membeli beras petani dengan program Bela Tani.
Untuk diketahui dari 12 kecamatan yang ada, Musrenbang RKPD telah dilakukan di Murung Pudak, Tanjung, Tanta, Banua Lawas, Pugaan, Muara Harus dan juga Kelua.
Sedangkan yang menyusul melaksanakan Musrenbang RKPD di Kecamatan Bintang Ara, Haruai, Muara Uya, Jaro dan Upau. (AOL)