TRIBUNJATIM.COM - Seorang mahasiswa nyambi menjadi driver ojek online (ojol) untuk membiayai kuliahnya hingga bergelar master ini menjadi inspirasi.
Ia adalah Muhammad Kanzul Fikri atau akrab disapa Kenzo.
Kenzo merupakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang.
Bekerja sebagai driver ojol, Kenzo tidak hanya berhasil lulus dengan waktu sangat singkat, yakni 3 semester, melainkan juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik.
Kenzo merupakan lulusan Magister Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Nyambi Jadi Driver Ojol hingga Punya Pekerjaan Lain, Aji Lega Lulus Cumlaude Sarjana Hukum UGM
Sejak menempuh pendidikan S1 hingga S2, Kenzo berjuang membiayai kuliahnya dengan bekerja sebagai driver ojek online (ojol).
Momen haru terjadi saat Kenzo menerima pesan WhatsApp dari Ketua Program Studi yang mengabarkan bahwa ia menjadi wisudawan terbaik.
Saat itu, Kenzo sedang dalam perjalanan motor menuju rumah.
“Sepanjang perjalanan saya benar-benar menangis. Saya teringat liku-liku kuliah S2 yang penuh plot twist selama tiga semester ini. Awalnya target saya sederhana, hanya ingin segera lulus agar tidak membayar UKT lagi. Allah justru memberi hadiah luar biasa ini,” kenang Kenzo dengan mata berkaca-kaca, dikutip dari Tribun Jateng.
Kenzo berasal dari keluarga sederhana di pinggiran Rawa Pening, Banyubiru, Kabupaten Semarang.
Ayahnya adalah seorang driver ojol dan almarhumah ibunya seorang guru honorer RA yang wafat pada 2022.
“Bapak dan Ibu selalu berpesan bahwa mereka tidak bisa mewariskan harta, hanya ilmu yang bisa diwariskan. Gelar ini adalah kado untuk mereka,” tambahnya.
Prestasi akademik Kenzo juga dibuktikan melalui tesisnya yang mendalam berjudul “Tradisi Sedekah Rawa Pening di Era Digital”.
Melalui riset ini, ia membedah bagaimana masyarakat Desa Rowoboni mempertahankan nilai religius dan ekologis di tengah arus digitalisasi.
“Temuan menariknya adalah tradisi lokal ini tidak mati, melainkan bertransformasi menjadi lebih religius dan rasional berkat peran generasi muda yang memanfaatkan media digital sebagai ruang pelestarian baru,” jelas Kenzo.
Baca juga: Sosok Rosa Dokter PNS Nyambi Driver Ojol Bantu Penumpang Lahiran di Mobil, Hobi Nyetir Sejak SMP
Sebagai driver ojol aktif, Kenzo mengaku tidak memiliki jam belajar khusus.
Ia memanfaatkan waktu malam hari setelah menarik ojek untuk mengerjakan tugas.
“Saya ini tipe deadliner tangguh. Ada sensasi berbeda yang membuat ide lancar saat mepet waktu,” selorohnya.
Namun di balik itu, Kenzo menekankan ibadah adalah prioritas utamanya.
“Prinsip saya ibadah nomor satu. Kalau kita mengejar akhirat, insyaallah dunia mengikuti. Di sela menarik ojek atau nugas, salat tepat waktu tetap saya usahakan.”
Setelah menyandang gelar Magister, Kenzo tidak ingin berhenti.
Baca juga: Fatimah Ikhlas Jadi Driver Ojol Demi Biayai Anaknya di Pondok Pesantren, Berjuang Sejak Suami Wafat
Ia berambisi melanjutkan studi ke jenjang S3 jika ada kesempatan beasiswa dan rezeki.
Ia juga mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja profesional di bidang komunikasi.
Kisah sukses Kenzo membuktikan UIN Walisongo Semarang senantiasa mendukung mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk meraih prestasi tertinggi.