BANGKAPOS.COM--Kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai spiritual kembali menguat di berbagai daerah. Sejumlah sekolah dasar, madrasah, hingga lembaga pendidikan anak usia dini di Indonesia mulai menggiatkan kembali kebiasaan membaca doa sebelum dan sesudah belajar di kelas.
Langkah ini dinilai sebagai upaya sederhana namun berdampak besar dalam membentuk karakter anak yang religius, disiplin, serta memiliki kesadaran bahwa ilmu pengetahuan merupakan anugerah dari Tuhan yang patut disyukuri dan diamalkan.
Kebiasaan berdoa sebelum belajar diyakini mampu menumbuhkan ketenangan batin, membantu anak lebih fokus menerima pelajaran, sekaligus melatih mereka untuk berserah diri sebelum memulai aktivitas.
Sementara itu, doa sesudah belajar mengajarkan anak tentang rasa syukur atas ilmu yang telah diperoleh, sekecil apa pun pelajaran hari itu.
Doa bukan sekadar ritual pembuka dan penutup kegiatan belajar. Ini adalah proses mengenalkan anak bahwa ilmu datang dari Tuhan dan harus digunakan dengan penuh tanggung jawab
Agar mudah diamalkan, para guru dan orang tua dianjurkan mengenalkan doa-doa pendek yang sederhana namun sarat makna.
Berikut beberapa doa belajar yang umum diajarkan kepada anak-anak, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan artinya.
1. Doa Sebelum Belajar
Tulisan Arab:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا
Latin:
Rabbi zidnii ‘ilmaa, warzuqnii fahmaa.
Artinya:
“Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku pemahaman.”
Doa ini dibaca sebelum memulai kegiatan belajar sebagai bentuk permohonan agar anak diberi kemudahan dalam memahami pelajaran dan mampu menyerap ilmu dengan baik.
2. Doa Sesudah Belajar
Tulisan Arab:
الْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى كُلِّ نِعْمَةٍ
Latin:
Alhamdulillahi ‘alaa kulli ni’mah.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah atas segala nikmat.”
Doa ini mengajarkan anak untuk selalu bersyukur atas ilmu dan pengalaman belajar yang telah diterima, meskipun pelajaran tersebut terasa sederhana.
3. Doa Memohon Kecerdasan dan Kemudahan Belajar
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Latin:
Allahummaftah ‘alainaa hikmataka, wansyur ‘alainaa min khuzaa-ini rahmatika, yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah bagi kami hikmah-Mu dan limpahkan kepada kami dari khazanah rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.”
Doa ini sering dibaca saat anak menghadapi pelajaran sulit atau menjelang ujian agar diberi kecerdasan dan ketenangan.
4. Doa Agar Tidak Mudah Lupa dan Terhindar dari Kemalasan
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin:
Allahumma inni a’udzubika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal jubni wal bukhli, wa dhala’id-dayni wa ghalabatir rijaal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, lilitan utang, dan tekanan manusia.”
Doa ini sering diajarkan guru untuk membantu anak terhindar dari rasa malas dan mudah lupa saat belajar.
5. Doa Orang Tua untuk Anak
Tulisan Arab:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
Latin:
Rabbi habli minash shaalihiin.
Artinya:
“Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.”
Doa ini dianjurkan dibaca oleh orang tua agar anak-anak diberi kemudahan dalam menuntut ilmu dan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Para pendidik menilai, pembiasaan doa belajar sejalan dengan kurikulum pendidikan karakter yang menekankan nilai religius, tanggung jawab, dan kedisiplinan.
Anak tidak hanya diajarkan mengejar prestasi akademik, tetapi juga kesadaran spiritual.
“Anak yang terbiasa berdoa cenderung lebih tenang, fokus, dan tidak mudah menyerah. Mereka belajar mengelola emosi dan menyadari bahwa usaha harus disertai doa,” ujar seorang psikolog pendidikan anak.
Agar kebiasaan berdoa melekat dalam kehidupan sehari-hari anak, berikut beberapa cara yang disarankan oleh para pendidik:
Dengan menanamkan kebiasaan doa sejak usia dini, anak-anak diharapkan tumbuh tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Doa membantu mereka memahami bahwa belajar bukan sekadar mengejar nilai, melainkan proses penuh keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur kepada Tuhan.
(Bangkapos.com/Zulkodri)