753 Hektar Sawah di Banten Sukses Tanam Padi PS-08, Hasil Panen Tembus 12 Ton per Hektar
willy Widianto February 09, 2026 11:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keberhasilan Kelompok Tani (Poktan) di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten dalam membudidayakan padi varietas unggul PS-08 di lahan seluas 753 hektar mulai menyedot perhatian nasional.

Baca juga: Kelompok Tani Kartika Kodam I/BB Terima Bantuan Alsintan, Pupuk dan Benih Padi dari Panglima TNI

Capaian tersebut dinilai bukan sekadar peningkatan hasil panen, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana pengelolaan pertanian modern, kolaborasi kelembagaan, serta pendampingan berkelanjutan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Keberhasilan ini dinilai strategis, terutama karena pengembangan padi dilakukan di wilayah pesisir Pantai Carita yang dikenal memiliki tantangan alam cukup berat, mulai dari terpaan angin barat hingga ancaman banjir rob. Namun, melalui pendekatan terpadu, para petani justru mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang peningkatan produksi.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran Brigade Pangan Bhakti Bela Negara yang memberikan pendampingan intensif kepada petani lokal. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tahap awal penanaman hingga proses distribusi hasil panen.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, menjelaskan bahwa pendampingan difokuskan pada penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir. Langkah tersebut mencakup penyediaan bibit unggul, distribusi pupuk, penerapan teknologi budidaya modern, hingga jaminan penyerapan hasil panen melalui sistem koperasi.

“Pendampingan dilakukan agar petani memiliki kepastian produksi sekaligus kepastian pasar. Keberhasilan di Carita ini akan kami replikasi di berbagai daerah lain sebagai model penguatan pangan nasional,” ujar Seno dalam pernyataannya, Senin(9/2/2026).

Varietas padi PS-08 yang dikembangkan terbukti memiliki ketahanan tinggi terhadap kondisi lingkungan pesisir. Produktivitasnya mampu mencapai minimal 8 ton gabah per hektar dan berpotensi meningkat hingga 12 ton per hektar pada lahan yang lebih subur.

Baca juga: Sinergi Kelompok Tani dan BRI Peduli Selamatkan Lingkungan dan Pulihkan Hutan Bekas Tambang

Secara teknis, varietas ini juga dinilai efisien karena hanya memerlukan satu bibit gabah dalam satu lubang tanam, namun mampu menghasilkan hingga 54 tangkai malai. Efisiensi tersebut dinilai mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan hasil panen petani.

Keberhasilan kelompok tani binaan Brigade Pangan ini dijadwalkan akan dirayakan dalam Panen Raya Nasional pada 11 Februari 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, direncanakan memimpin langsung panen simbolis tersebut.

Selain itu, sejumlah pejabat tinggi negara turut mengonfirmasi kehadiran, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman, Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono, serta perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri.

Panen raya tersebut tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan produksi pertanian, tetapi juga bentuk dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita menuju Indonesia Emas.

Baca juga: Dongkrak Kesejahteraan, Kelompok Tani Kopi dan Hortikultura Ditingkatkan Kualitasnya

Dengan meningkatnya hasil produksi, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat agraris di Pandeglang secara berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.