37 Tahun Serambi Indonesia, Perjalanan Panjang hingga Transformasi Era Digital
Eddy Fitriadi February 10, 2026 01:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Serambi Indonesia merayakan ulang tahun ke-37 pada Senin (9/2/2026). Sejak berdiri pada 9 Februari 1989, koran ini telah melewati perjalanan panjang penuh ujian, mulai dari masa konflik, bencana tsunami, hingga era disrupsi digital.  

Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Group, Zainal Arifin M Nur, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembaca setia yang bagian tak terpisahkan dari perjalanan ini.

“Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang tulus kepada pembaca, relasi, dan pelanggan setia,” ucap Zainal dalam Program Podcast Apit Awe yang tayang di YouTube Serambinews, Senin (9/2/2026).

“Anda semua adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan ini, sumber semangat yang membuat kami terus bertahan dan berkembang,” sambungnya.

Baca juga: VIDEO HUT ke-37 Serambi Indonesia, Komitmen Jurnalisme di Tengah Disrupsi Zaman

Pemred Serambi Indonesia itu juga menegaskan penghargaan kepada para pendiri serta seluruh unsur pimpinan dan karyawan Serambi Indonesia. 

“Terima kasih kepada para pendiri, serta seluruh pimpinan dan karyawan, baik di redaksi maupun bisnis, yang telah bekerja keras dengan dedikasi tinggi hingga kita bisa mencapai usia ini,” tambahnya.  

Dalam refleksi sejarah, Zainal mengingatkan kembali bahwa Serambi Indonesia didirikan oleh dua tokoh pers Aceh, Nourhalidyn dan Sjamsul Kahar, dengan dukungan Gubernur Aceh saat itu, Ibrahim Hasan, serta Menteri Koperasi Bustanul Arifin. 

Kehadiran Serambi sejak awal membawa semangat menyajikan informasi jernih, membangun, dan menyatukan masyarakat Aceh.  

Sejak kelahirannya, Serambi menghadirkan rubrik yang dekat dengan masyarakat, bahkan menggunakan bahasa Aceh seperti Gam Cantoi hingga Apit Awe. Hal ini menjadi bukti bahwa Serambi tumbuh dari akar budaya Aceh dan dikelola oleh putra-putri daerah.  

Memasuki era digital, Serambi Indonesia terus bertransformasi. Website Serambinews, kanal YouTube, serta berbagai platform media sosial kini menjadi bagian penting dalam menjaga denyut informasi. 

“Ada satu prinsip yang selalu kita tanamkan kepada teman-teman bahwa, yang bertahan itu bukanlah yang besar dan kuat, tapi yang paling bisa beradaptasi dengan zaman,” tegas Zainal.  

Transformasi ini sudah dimulai sejak 2010 dengan membangun website Serambinews menggunakan tenaga IT lokal. Kini, kantor di Meunasah Manyang Pagar Air, Aceh Besar, tidak hanya menjadi ruang bagi kru media cetak, tetapi juga diramaikan oleh anak-anak muda kreatif yang mengelola berbagai platform digital.  

Meski demikian, Serambi tetap mempertahankan format koran cetak harian. Dikatakan, informasi dari koran hampir 100 persen bisa diuji kebenarannya. 

“Meski oplah kertas turun, kita mendapatkan pelanggan baru di e-paper, bahkan pembaca dari lintas negara. Saya kerap melihat diaspora Aceh di Eropa dan Australia memosting koran Serambi hari ini di media sosial pada pukul 3 pagi,” jelas Zainal.  

Pemred Serambi itu menutup refleksi dengan pesan penting bagi generasi muda jurnalis. Menurunya, dunia boleh berubah, bentuk media juga boleh berubah, tapi ilmu jurnalistik akan tetap awet sepanjang masa.

“Kuncinya adalah sampaikan informasi secara jujur dan bertanggung jawab, serta utamakan keberimbangan agar tidak menjadi fitnah yang menghancurkan orang lain,” pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.