Orang Terkaya Dunia, Elon Musk: Uang Tak Bisa Membeli Kebahagiaan, Pernyataannya Pun Picu Perdebatan
Mursal Ismail February 10, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM - CEO SpaceX dan Tesla sekaligus orang terkaya di dunia, Elon Musk, menyatakan bahwa uang tidak bisa membuatnya bahagia. 

Pernyataan yang disampaikannya melalui unggahan di X (dulunya Twitter) yang sertai emoji sedih itu viral dan memicu pro-kontra publik. 

Sejumlah pengguna menyetujui, namun banyak pula yang menyindir mengingat status Musk sebagai orang terkaya dunia.

Seorang sosiolog menilai hubungan uang dan kebahagiaan bersifat terbatas karena manfaatnya menurun setelah kebutuhan dasar terpenuhi.

“Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” tulis Elon Musk dalam akun X, @elonmusk, Kamis (5/2/2026).

Dilansir dari Times of India, Kamis, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 30 juta kali, dan memicu berbagai respons serta perdebatan dari pengguna media sosial.

Baca juga: Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Februari 2026: Elon Musk Tak Tertandingi, Mark Zuckerberg Merosot

Ada yang menyetujui dan ada yang tidak. 

Beberapa pengguna media sosial menyetujui pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa uang hanyalah angka selama tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.

Ada pula yang berkomentar bahwa pernyataan Musk merupakan kebohongan. “Kebohongan terbesar dalam sejarah, saya akan bahagia jika punya lebih banyak uang,” tulis salah satu pengguna X.

Ada pula yang memberikan dukungan terhadap Musk. “Apa pun yang sedang kamu alami, semuanya akan baik-baik saja, Bro," tulis salah satu pengguna.

Namun, tak sedikit pula yang mengejek dan menyindir Musk karena harta kekayaannya. "Kalau kamu saja tidak bahagia, harapan apa yang kami punya?" tulis salah satu pengguna.

“Benar sekali, uang memang tidak penting, seharusnya kamu memberi saya 10 juta dollar AS,” tulis yang lain.

Baca juga: Elon Musk Jadi Orang Pertama Berharta Rp 13,2 Kuadriliun, Paling Kaya di Dunia 2026

Tanggapan Sosiolog

Profesor madya sosiologi di University of Leicester, David Bartram menanggapi hal tersebut dan mengatakan bahwa meski kekayaan dan kebahagiaan saling berkaitan, hal tersebut tergantung pada prinsip kebermanfaatan.

"Ini sangat bergantung pada prinsip diminishing returns (manfaat yang makin menurun).

Setelah Anda memiliki beberapa juta, tambahan apa pun menjadi tidak berarti bagi kebahagiaan,” ujarnya.

Bartram mengatakan bahwa bagi orang-orang yang sangat kaya, kebahagiaan mungkin akan tercapai ketika seseorang merasa telah melakukan hal baik bagi dunia.

“Kebahagiaan kemungkinan paling baik dicapai dengan memiliki perasaan bahwa Anda telah melakukan sesuatu yang baik bagi dunia, dan bahwa Anda memperlakukan orang-orang di sekitar Anda dengan kepedulian dan kebaikan," jelasnya.

Baca juga: AI Jadi Mesin Uang Baru, Kekayaan Elon Musk Tembus Rp 13.000 Triliun

Peneitian tahun 2021 yang dilakukan oleh peneliti senior di Wharton School, University of Pennsylvania, Matthew Killingsworth mengatakan bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan akan meningkat seiring dengan naiknya pendapatan.

Namun, jumlah uang yang dibutuhkan untuk merasa bahagia menjadi target yang terus bergerak secara eksponensial.

Meskipun data yang dianalisisnya tidak meneliti pengalaman para jutawan atau miliarder, Killingsworth mengatakan bahwa masuk akal jika pola tersebut berlanjut pada orang-orang terkaya di dunia.

Dilansir dari Business Insider, Kamis, Musk sejauh ini memang merupakan orang terkaya di dunia.

Menurut Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Musk mencapai 668 miliar dollar AS atau sekitar Rp 11,2 kuadriliun (kurs hari Selasa, 9/2/2026).

Kekayaan tersebut diketahui melonjak sebesar 49 miliar dollar AS sejak awal tahun yang didorong oleh valuasi tinggi SpaceX serta kabar mergernya perusahaan tersebut dengan startup AI miliknya.

Baca juga: Elon Musk Jadi Orang Terkaya Sepanjang Sejarah Modern, Kekayaannya Setara Negara Besar

Dalam podcast terbarunya dengan Nikhil Kamath di “People by WTF", Musk mengungkapkan hubungan antara kebahagiaan dan kekayaan.

“Usahakan untuk memberi lebih banyak daripada menerima. Jadilah kontributor yang tulus bagi masyarakat,” kata Musk dalam podcast yang dimuat pada November.

“Hal ini mirip dengan pencarian kebahagiaan. Jika Anda ingin menciptakan sesuatu yang bernilai secara finansial, jangan mengejarnya secara langsung.

Kejarlah penciptaan produk dan layanan yang berguna. Jika Anda melakukan itu, uang akan datang secara alami, dan bukan dengan mengejar uang secara langsung,” tambahnya. (*)

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/09/183000565/jadi-orang-terkaya-dunia-elon-musk--uang-tak-bisa-membeli-kebahagiaan

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.