Misteri Penagih Listrik PKL Mayor Oking Stasiun Bogor, Bayar 10 Ribu Sehari, Masuk Kantong Siapa?
Tsaniyah Faidah February 10, 2026 01:07 AM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kawasan Jalan Mayor Oking di sekitar Stasiun Bogor kembali menjadi sorotan. 

Bukan hanya soal keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap memadati jalur tersebut, namun soal keberanian mereka memasang instalasi listrik secara mandiri untuk berjualan.

Para PKL ini ternyata nekat memasang colokan listrik tepat di besi-besi pembatas Stasiun Bogor.

Fasilitas listrik ini digunakan para pedagang untuk menerangi lapak mereka, terutama saat berjualan hingga larut malam. 

Namun, penggunaan listrik ini ternyata tidak cuma-cuma.

Seorang pedagang bernama Ibu Agus mengungkapkan bahwa setiap PKL yang menggunakan sambungan listrik tersebut wajib membayar iuran harian sebesar Rp10 ribu.

PKL DI MAYOR OKING BOGOR - Penampakan colokan listrik bagi PKL di Jalan Mayor Oking Stasiun Bogor, Senin (9/2/2026).
PKL DI MAYOR OKING BOGOR - Penampakan colokan listrik bagi PKL di Jalan Mayor Oking Stasiun Bogor, Senin (9/2/2026). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

Baginya, angka tersebut cukup berat, namun ia tak punya pilihan lain demi bisa terus berjualan di malam hari.

"Bayar setiap hari, itu wajib. Ada yang nagihinnya Rp10 ribu. Kalau tidak bayar, digerendengin (diketusin) sama yang nagih," keluh Ibu Agus saat berbincang di lokasi, Senin (9/2/2026).

Ironisnya, para pedagang sendiri tidak mengetahui secara pasti ke mana uang iuran tersebut bermuara.

Mereka hanya tahu bahwa jika ingin lampu menyala, uang harus disetorkan.

"Bisa jadi ke PLN-nya, ke atasan, atau malah masuk ke kantong pribadi yang nagih sendiri," tambahnya.

Temuan ini sebenarnya sudah memicu kemarahan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat ia melakukan aksi Jumat Bersih (6/2/2026) lalu.

Jenal mengaku heran bagaimana bisa ada aliran listrik untuk PKL liar di lahan milik perusahaan pelat merah.

Dalam sidak tersebut, Jenal menemukan meteran listrik yang ditutup plastik untuk menyamarkan keberadaannya.

Ia pun langsung bertindak tegas dengan membongkar bungkusan plastik tersebut dan menghubungi pihak PLN di tempat.

"Ada beberapa tiang listrik yang ada alirannya untuk pedagang malam hari. Kami langsung lapor ke PLN minta segera diputus (digunting) agar tidak ada lagi celah ke depan," tegas Jenal.

Pantauan di lokasi pada Senin (9/2/2026) siang menunjukkan kondisi Jalan Mayor Oking yang masih relatif bersih dari lapak pedagang.

Beberapa gerobak terlihat diparkir rapi di dekat pintu utama stasiun.

Meski begitu, kabel panjang dan colokan listrik masih terlihat menempel di besi stasiun, menunggu waktu operasi di malam hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.